Kehidupan Ekskul Komputer + Johnny Entertainment ~5~

Posted On June 3, 2009

Filed under Cerita, Japan, JE

Comments Dropped leave a response

Week 3 : Hey! Say! JUMP
(End + Akhirnyaa!!)

Note: Huah, akhirnya sampe juga ke bagian Heisei!!! Kalau dilihat-lihat, aku buatnya dari yang paling nggak niat. Ini juga heiseinya ditaro di akhir biar masih ada semangat buat lanjutin fanfic (walaupun beberapa semangatnya berasal dari ancaman Yoru -__-). Awalnya sih aku kira bakal lebih niat bikin KAT-TUN (walaupun nih week heisei juga sama-sama nggak sepenuhnya niat), karena kadang-kadang aku berpikir lebih suka Jin (ternyata menurut pendapat nee-san, n temen2, aku katanya lebih suka Chii -__-). Oh ya, mungkin ceritanya rada berbeda dan ada beberapa anggota Heisei yang nggak sering ngomong (stress ntar bikin percakapan kebanyakan orang (walaupun di fanfic heisei lain lebih banyak orangnya)). Ok!!! Week ini week terakhir!! Habis fanfic ini selesai aku bisa lanjutin fanfic lain serta cerita lain yang nganggur gara2 fanfic ini (padahal nggak ada ide sama sekali tapi dipaksa lanjutin XP). YOSSSHHHH!! Ganbarimaaaaaaaaaasssssssss!! AKHIRNYA NANTI AKU BISA LANJUTIN CERITA LAIIIIIN!!! *Menangis bahagia*

Hashiri dase… Hashiri dase… (Ini bukan lagu Happiness-nya Arashi!!). Yah, kalau diartiin berarti, mulai berlari… mulai berlari… Memang keadaan ketiga gadis itu sekarang sedang berlari dengan penuuuuuuuuuuuuuuuuuh semangat. Mungkin lari paling semangat dari lari-lari mereka awalnya menuju ruang komputer. Kalau ditebak-tebak kenapa bisa jadi begini pasti jawabannya karena minggu ini adalah minggu Hey! Say! JUMP. Walaupun Sora ngaku lebih suka Jin, tapi kenyataannya dia lebih suka Chinen (Yuuri), dan hal yang membuat ketiga gadis itu lebih bersemangat larinya karena Tsuki juga sukaaaa banget sama Ryutarou, dan Yoru yang alim-alim, diem (kadang nusuk dan sadis), bertampang polos itu sebenernya juga udah booking Keito-nya Heisei.
“HEEEEEEEEEEEEEEEEYYYYYYYYYYSSSSSSSSSSSSSSAAAAAAAAAAYYYYYYY!” Teriak Tsuki nggak nyantai selama berlari menaiki tangga SD yang sudah kosong karena anak-anak SD-nya udah pada pulang (emang nyeremin sih pas pergi ke ruang komputernya karena sepi dan di lantai tiga :x).
“Chii!! Eh, heisei!” Seru Sora ikut-ikutan.
“Keito.” Kata Yoru pelan dan tidak senapsu kedua temannya itu.
“Eh, itu para gerombolan pencinta John-“ Asa dan Hoshi yang baru mau berbicara dan berada di depan ketiga gadis itu (menuju ruang komputer) langsung ditabrak ketiga gadis itu tanpa ampun dan dibiarkan jatuh terduduk begitu saja.
Mereka bertigapun langsung berhenti tepat di depan pintu ruang komputer yang tertutup untuk merapihkan baju kemudian baru membuka pintu ruang komputer dan melihat 10 anggota Heisei (grupnya kayaknya anggotanya makin nambah aja jumlahnya).
“Yuyan!” Teriak Sora mendekati Yuya yang langsung dipandangi kedua temannya dengan mata melotot tidak percaya. Berani banget tuh anak langsung deketin Yuya dan memanggilnya dengan nama kecil, bahkan nama panggilan akrab pula!! Ntar malah bisa dikira ia bukan fansnya Chii tetapi fansnya Yuya!!
“Imouto!” Jawab Yuya sambil tersenyum hangat kepada Sora yang berlari seperti anak kecil kearahnya (yang membuat yang lainnya makin terbelalak mendengar tanggapannya).
“I… Mouto!?” (Adik perempuan) Ulang Tsuki, tidak percaya akan pendengarannya.
“Yuyan nii, ogenki desu ka??” Tanya Sora dengan tambahan “Nii” (kakak laki-laki) setelah kata Yuyan itu.
“Un! Genki desu yo.” Jawab Yuya sambil menepuk-nepuk kepala ‘adiknya’ itu.
“Yuyan… Sejak kapan dia menjadi adikmu.” Bisik Chinen (Yuuri, eh, walaupun di fanfic lain biasanya aku manggil Chii itu Yuuri, tapi disini nulisnya Chinen aja yah?).
“Takaki-kun dan Kinoshita-san sudah menjadi kakak adik sejak kemarin-kemarin Chinen-kun, kamu tidak sadar?” Beritahu Kouta.
“Aku aja nggak tahu.” Timpal Daiki yang merasa kesal disamakan dengan Chinen yang saat itu ketinggalan info-info terbaru (halah!!).
“Nee, aku memang sudah tahu mereka sudah beberapa lama bermain adik kakak-an, tetapi aku tidak tahu kalau Kinoshita-san memanggilnya dengan sebutan Yuyan.” Sela Keito yang membuat yang lainnya malah ikut-ikutan komentar panjang.
“Wah, jadi rumit nih gara-gara Sora.” Bisik Yoru sambil berdecak.
“Hoah! Makin banyak orang yang dateng.” Kata Asa yang baru masuk ruang komputer bersama Hoshi (setelah ditabrak ketiga gadis itu) dan membuat para Heisei akhirnya berhenti mengomentari soal kakak adik tidak jelas itu.
“Morimoto-kun… Aku… Namaku…” Tsuki malah sudah pergi kedekat Ryutarou tanpa sepengetahuan yang lain untuk memperkenalkan diri.
“Kitahara-san!”
“Tsuki!” Teriak Hoshi dan Yoru bersamaan yang dengan sendirinya memberitahukan nama Tsuki sebelum ia sempat menyelesaikan perkenalnnya itu.
“Nani!?” (apa) jawab Tsuki kesal karena diganggu.
“Nggak, Cuma mau manggil.” Jawab Yoru dan Hoshi yang kembali keurusan masing-masing (dan membuat Tsuki makin kesal).
“YAMA-CHAN!” Teriak Yuto dan Hikaru bersamaan sambil menepuk bahu Ryosuke yang sedang bengong hingga melompat kaget (Yamada Ryosuke… Yama-chan!!).
“Apa-apaan sih!?” Seru Ryosuke marah yang kemudian langsung pergi ke dekat Kouta biar nggak diganggu (maaf, jadi buat cerita dan penjelasan tentang beberapa kegiatan aneh karena kebanyakan orang -_-). Dan berlanjutlah keberisikan yang sangat, amat, di ruang komputer karena grup Hey! Say! JUMP paling banyak anggotanya, terus karena grup yang masih kecil-kecil (arashi dan KAT-TUN kan 20-an), dan lebih parahnya, mereka sama stressnya dengan anggota ekskul komputer… Mungkin lebih kali ya?
“Okamoto-kun, eto… Kamu bisa bahasa inggriskan?” Tanya Yoru berpura-pura tidak tahu padahal dia hampir tahu semua informasi tentang Keito (walaupun nggak yakin melebihi Sora yang terlalu freak sama heisei).
“Un.” Jawab keito singkat (karena dia yang paling polos, suci, innocent, baik, dll (ga yakin >_<)).
“Lalu, kamu waktu kecil tinggal di Englandkan? Ayahmu Okamoto Kenichi, artis jugakan? Ibumu model yang bernama Nishi Katsue-kan? Lalu kamu pernah pergi kemana-mana bukan? Kamu satu-satunya yang paling lancar bahasa inggrisnya diantara heiseikan?” Tanya Yoru berturut-turut yang lebih tepat dibilang memberitahukan informasi tentang Keito ke yang lain (bangga nih ceritanya?).
“Jawaban semuanya adalah ‘Un’ besar Tsujikawa-san!” Jawab Kei menggantikan Keito yang kebingungan.
“Nee, karena mungkin kita grup yang beranggota paling banyak, aku takut kalau kalian tidak bisa membedakan kami dan lupa namanya. Jadi bagaimana kalau kita memperkenalkan diri kita satu-satu lagi?” Usul Kouta, orang tertua di Hey! Say! JUMP.
“Ide bagus.” Jawab Asa dan Hoshi yang menganggap mereka semua sama (berbeda dengan Sora yang dapat membedakan semuanya, Tsuki yang tahu beberapa, dan Yoru yang tahu beberapa juga tapi nggak peduli).
“Pertama, diriku sendiri, Yabu Kouta.” Beritahu Kouta, yang berwajah paling dewasa (emang paling tua) dan berambut cokelat.
“Ore wa Takaki Yuya!” Lanjut Yuya yang berambut panjang sebahu berwarna cokelat juga.
“Kalau aku Yaotome Hikaru. Jangan salah menyebutkan Yaotome dengan Otome.” Kata Hikaru bermaksud melucu diakhirnya tetapi tidak ada yang mengerti.
“Ore wa Inoo Kei desu.” Tambah Kei.
“Aku Arioka Daiki, yang termuda diantara 5 Hey! Say! BEST.” Kata Daiki, yang memang terlihat paling muda diantara 5 orang itu dan yang paling pendek (yah, setipe Ryosuke gitu deh pendeknya… Walaupun nggak separah Chinen >o<).
“Lalu aku Okamoto Keito, yang tertua di Hey! Say! 7.” Kata Keito, sang English boy.
“Aku Nakajima Yuto!” Seru Yuto, yang bertubuh tinggi.
“Ore… Yamade Ryosuke, yoroshiku.” Kata Ryosuke.
“Aku! Aku! Ore wa Chinen Yuuri!” Seru Chinen sama-sama bersemangat seperti Yuto (dua orang yang paling enerjik di Hey! Say! 7 kali…).
“Aku yang termuda disini, Morimoto Ryutarou.” Kata Ryutarou yang termuda tetapi bersuara paling rendah, dan lebih tinggi dari Chinen.
“Boku wa Arai sensei desu.” Sela Arai Sensei yang baru datang, yang membuat seluruh anggota Heisei langsung duduk rapih dan menyapa Arai Sensei dengan sopan.
“Kalian grup Johnny’s terakhir yang datang ya.” Gumam Arai Sensei yang sudah membayangkan hari yang tenang untuk minggu-minggu setelahnya.
“Senseeeiii, sekarang kita belajar apa?” Tanya Sora. “Tidak google sketch up lagikan!?” Tambah Sora berjaga-jaga.
“Tidak kok, karena ini grup terakhir Johnny’s yang datang, maka kali ini kita akan refreshing dan bermain terus! Sensei baru saja membeli CD game online ini dan menginstallnya kemarin.” Kata Arai sensei sambil menunjukkan CD Ragnarok (wew) dengan episode terbaru (lupa apa karena udah pensi lama banget -__-).
“Setelah hari ini sensei akan uninstal game ini supaya tidak bisa dipakai murid lain.” Tambah Arai Sensei sambil memicingkan matanya saat memandang Asa dan Hoshi yang sudah terlihat niatnya.
“Ada yang pernah bermain ini disini?” Tanya Arai sensei yang mendapat respon gelengan dari hampir seluruh yang ada disitu kecuali dua orang cowok itu.
“Kita belum pernah ada yang bermain ituu.” Kata Sora sambil memasang tampang innocent, kemudian berbalik menghadap Yuya, “Ne, Yuyan nii?”
“Eh? Un.” Jawab Yuya jujur.
“Kalian bisa menempati komputer yang berada disitu, sampai disitu yang sudah di instal game ini.” Jelas Arai sensei sambil menunjuk satu-satu komputer yang bisa dipakai.
“Aku samping Morimoto-kun!” Bisik Tsuki nekat kepada Kouta yang tidak jadi duduk di samping Ryutarou karena takut.
“Aku samping Yuyan/ Yuyan nii!” Seru Sora dan Chinen bersamaan yang membuat kedua orang (pendek -__-) itu saling bertatapan dengan pandangan rival.
“Aku duluan bersama nii-san!” Seru Sora yang sudah tidak memedulikan rasa fansnya kepada Chinen (kalau ini asli terjadi pasti pengarangnya bakal ngalah sama Chii XD).
“Yuyan itu temanku!! Dia juga Onii-sanku!! Aku duluan yang bermain adik-adikan dengan Yuyan!” Balas Chinen tidak mau kalah (yah, dua orang yang paling kekanak-kanakan itu terus berantem deh).
“Sudah-sudah Chii, Kinoshita-chan, kalian bisa duduk di kanan dan kiriku.” Kata Yuya akhirnya yang berusaha menghentikan perkelahian ini.
“Yoru, duduk sampingku!” Ajak Sora. Yoru tentunya langsung duduk di tempat duduk yang diusulkan Sora itu karena di samping kanan tempat duduk itu ada Keito.
“Yah, Arai sensei tidak mengerti game ini sehingga kalau ada pertanyaan tanyakan kepada Asa dan Hoshi saja ya. Arai Sensei juga akan meninggalkan kalian sebentar karena ada urusan lain.” Ujar Arai sensei yang kemudian pergi meninggalkan ruang komputer yang kembali gaduh.
“Pertama, buat ID dulu dengan masuk ke http://www.ragnarok.co.jp .”  (ngasal webnya) Jelas Asa yang menjadi petunjuk bagi mereka hari itu.
“Kalau sudah membuat, hafalkan ID, Pass, dan kode pribadi atau e-mail untuk menghapus karakter bila salah buat.” Jelas Hoshi gantian.
“Eh, kinoshita, bantu juga napa sih.” Bisik Asa yang menyadari kalau Sora sok-sok nggak tahu dan ngeliat ke komputer Yuya terus.
“Aku nggak ngerti ini game apaa.” Jawab Sora dengan tampang innocent yang kemudian kembali bermain dengan Yuya.
“Uso.” Ucap Yoru pelan kemudian berusaha membantu Keito menjalankan “Novice”-nya untuk berbicara dengan para NPC selama di pelatihan Novice.
“Ryu-ja nai, Morimoto-kun ngerti?” Tanya Tsuki yang juga mau membantu Ryutarou padahal dirinya sendiri nggak ngerti cara mainnya dan Cuma pernah main sekali, itupun Cuma mainin Novice yang akhirnya dijadiin archer sama Sora.
“Ngerti! Aku suka main game dan game online sih, jadinya walau baru pertama kali main, aku suka mencoba-cobanya!” Jawab Ryutarou yang malah lebih mengerti game itu daripada Tsuki (Aib warning: masa’ si Tsuki, buat jalanin karakternya doang nggak ngerti :P).
“Semuanya langsung ke payon ya, aku GB-in.” Kata Asa setelah dipaksa oleh Yoru, Sora, dan Tsuki untuk GB-in para heisei hingga menjadi job 1 dahulu.
“Wes, ada 10 char… Bahkan 13 yang harus digb! Katanya kalian pernah main RO, kenapa nggak pake char yang udah level tinggi sih!” Kata Hoshi yang kaget begitu melihat 13 char novice berjejer untuk digb oleh asin cross-nya Asa.
“Kita belum pernah main.” Jawab Yoru dan Sora bohong.
“Udah deh, sini, Cuma GB spore banyak-banyak aku kuatlah.” Kata Asa akhirnya, menyerah berdebat dengan yoru dan sora.
“Eh!! Jangan pergi-pergi ke situ!!”
“Jangan nekat nyerang 7 spore langsung padahal masih lvl rendah! Kamu masih level 2!”
“Jangan kabur!”
“Serang yang ini bukan yang itu!”
“Kabur! Jangan diseraang!”
“Lari ke map sebelah!” Teriak-teriak Asa dan hoshi stress kepada para anggota heisei (kecuali Ryutarou (kan dia suka main game)). Kestressan merekapun bertambah saat ada seorang LK yang buka banyak BDB dan keluar berbagai monster MVP di tempat Asa dan Hoshi meng-GB seluruh heisei.
“Yang tadi keren deh monsternya.” Kata Yuto kekanak-kanakan.
“Ah! Aku mati! Ini pencet apa?” Seru Hikaru kencang saat ia ditebas Ifrit.
“Aku nyasar, yang lain pada kemana?” Tanya Yuya yang sudah berada di lutie karena masuk ke warp orang saat balik ke payon waktu mati kena MVP tadi.
“Nee, aku sudah job 10, cara ngubah jobnya gimana?” Tanya Chii yang melihat ke komputer Daiki yang sudah berubah jadi Swordman dengan iri.
“Sekarang kalau udah jadi job 1 ngapain?” Tanya Daiki yang kebingungan.
“Ih, apaan tuh bulet-bulet warna ijo!?” Seru Kei waktu melihat poporing.
“Big foot? Kaki besar?” Gumam Keito yang bisa bahasa inggris sendiri.
“Kok ngelawan kuma ini nggak mati-mati sih?” Gerutu Kouta sambil melawan BF dengan TB asa.
“Kok rambut char-nya Ryuta lebih keren ya?” Tanya Ryosuke nggak nyambung sendiri.
Dan teruslah para heisei kecuali ryutarou yang paling kalem sendiri waktu main, berkomentar panjang lebar dan nggak jelas yang membua asa dan Hoshi makin stress. “Kenapa hari ini harus main game online!?” Ucap asa dan hoshi dalam hati karena semua hal ini.
“Morimoto-kun, ayo kita jadi acolyte bareng-bareng!” Ajak Tsuki mulai akrab (atau Cuma perasaan dianya saja?).
“Eh, aku nggak mau jadi aco.” Jawab Ryutarou yang membuat Tsuki terpuruk.
“Lagian, sebentar lagi kita pulangkan? Nggak kerasa waktu berjalan dengan cepat.” Beritahu Kouta yang menyadarkan semua orang yang sudah larut dalam game itu (kalau asa dan hoshi larut dalam kesetress-an).
“Ha!? 5 menit lagi!” Seru Tsuki hampir berteriak saat melihat jam dinding dan mengingat ia belu menanyakan banyak hal ke Ryutarou.
“Iya ya, sebentar lagi kalian harus pulang.” Gumam Sora sambil mengeluarkan satu-satu setiap komputer dari game Ragnarok.
“Morimoto-kun… Um… boleh tidak aku min-“ Sebelum Tsuki yang sudah menguatkan dirinya untuk menanyakan nomor HP dll ke Ryutarou, ryutarounya sendiri sudah berteriak kencang.
“Ah! Sehabis ini aku harus menjemput Shintarou!” (Shintarou = Adiknya Ryuta) katanya yang membuat anggota heisei jadi lebih cepat pulangnya.
“Arai sensei, kita pulang 5 menit lebih cepat tidak apa-apa ya?” Izin Yuya dahulu sebelum mereka semua keluar dari ruang komputer dan pergi ke tempat yang mereka tuju masing-masing.
“Ryu… ryuta…” Bisik Tsuki yang terpuruk di ujung ruangan gara-gara mereka sudah pulang duluan.
“Sudahlah Tsuki, masih ada hari jum’at kok untuk bertemu dengan Hey! Say! JUMP lagi! Yah, walaupun hari jum’atnya berbeda dari week-week sebelumnya karena digabung dengan grup lain untuk perpisahan…” Beritahu Sora sambil berpikir kalau hari jum’at nantinya berbeda dari jum’at jum’at week sebelumnya.
“Sekarang kita pulang yuk!” Ajak Sora bersama Yoru yang kemudian pamit pergi ke Arai Sensei dan pulang ke rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s