Ekskul Komputer + Johnny’s Entertainment ~3~

Posted On April 26, 2009

Filed under Cerita, Japan, JE

Comments Dropped leave a response

Kehidupan Ekskul Komputer Week 2 : KAT-TUN

“Sora!! Chotto Matte!!” Teriak Yoru kepada Sora yang sudah berlari kencang menuju lantai 3 gedung SD, untuk menuju ruang komputer.
“Aku ingin cepat-cepat bertemu KAT-TUN!” Teriak Sora yang terus berlari.
“Iya!! Kami tahu kalau kamu mau bertemu Akanishi Jin!! Tapi tungguin dong! Mereka nggak bakal kabur ini!” Teriak Tsuki kecapekan mengejar Sora yang berlari makin cepat.
BRAK! Sora membuka pintu ruang komputer dengan tidak santai dan memandang anggota KAT-TUN dengan mata berbinar-binar.
“Sora!” Teriak Yoru dan Tsuki yang tidak bisa berhenti berlari sehingga akhirnya menabrak Sora yang jatuh masuk ke dalam ruang komputer dengan memalukan.
“Yoru… Tsuki…” Ujar Sora dengan hawa membunuh.
“Go, Gomenne!!” Seru Tsuki dan Yoru dalam-dalam. Sora awalnya tidak mau memaafkan mereka berdua karena telah membuat image buruk di depan Jin, tetapi tidak jadi karena berpikir kalau nanti image-nya makin memburuk.
“Konnichiwa.” Sapa keenam anggota KAT-TUN yang tidak tahu harus melakukan apa.
“A, a, a, a, a, a, a, a, a, a, a, a,a, a,a, a,a a…” Sora tidak bisa berkata-kata sehingga akhirnya Yoru memukul punggungnya pelan, “AKANISHI JIN!” Teriak Sora cepat. Ia menutup mulutnya, kemudian untuk menghalau salah sangka dari Jin, akhirnya ia menyebutkan nama KAT-TUN satu-satu, “Kamenashi Kazuya, Ueda Tatsuya, Taguchi Junnosuke, Nakamaru Yuuichi, Tanaka Kouki.”
“Moshi-moshi!” Jawab Kazuya ramah. Yoru balas tersenyum ramah bersama Tsuki (menurut Tsuki, Kazuya lumayan, nggak kayak Aiba (yah, dibahas lagi =P) jadi nggak apa-apa bersikap baik terhadapnya).
“Kita dateng kecepetan ya?” Tanya Junnosuke sambil melihat kearah jam dinding yang menunjukkan kalau masih ada beberapa menit lagi sebelum ekskul komputer di mulai.
“Kita ngapain…” Gumam Yuuichi sambil menggoyang-goyangkan mouse komputer yang ia sedang tempati.
“Jangan ngerusak fasilitas sekolah ini dong.” Komentar Kouki.
“Aku nggak ngerusak…” Jawab Yuuichi sambil memasang tampang melas yang tidak berguna sama sekali (bagi siapapun juga).
“Semenit lagi!” Seru Jin yang terlihat sudah bosan menunggu.
“Nee, ada yang tahu sekarang kita ngapain?” tanya Sora yang berharap kegiatan kali ini adalah tentang program yang ia kuasai sehingga bisa memperlihatkannya kepada Jin.
“Au’ deh. Liat aja nanti Sora.” Jawab Tsuki yang duduk di kursi sebelah Junnosuke (sepertinya jadi fans dalam pandangan pertama).
“Konnichiwa semua.” Seru Arai Sensei begitu memasuki ruang komputer. Kayaknya gara-gara pas Arashi masih berlima orang, jadi masih bisa manggil satu-satu namanya, tapi karena KAT-TUN lebih banyak akhirnya berkata semua deh (walaupun Cuma beda satu, KAT-TUN-kan berenam).
“Sensei, sekarang kita ngapain?” tanya Sora bersemangat.
“Sekarang sih kita belajar google sketch up.” Jawab Arai sensei yang menghancurkan semangat Sora, beserta kedua temannya yang juga tidak bisa menguasai google sketch up sama sekali.
“Ha… Go, go… Google sketch up?” Ulang Sora yang kemudian menempelkan kepalanya ke layar komputer dengan lemas.
“Kawaisou sora.” Ujar Yoru yang sama-sama menempelkan kepalanya ke meja komputer.
“Google sketch up?” tanya Kazuya (tentunya dengan logat jepang sehingga ‘l’ nya berubah jadi r, sketch-nya berubah jadi suketsu, up nya berubah jadi appu).
“Un! Kita bisa merancang rumah ataupun bangunan lain dengan program itu.” Jelas Arai Sensei yang kemudian menyuruh setiap anggota ekskul komputer serta KAT-TUN untuk membuka program itu di komputer yang mereka tempati masing-masing.
“Untuk membuat bangunan, kita harus begini…” Jelas Arai sensei sambil memeragakan di komputernya. Ia terus menjelaskan kepada murid-muridnya (termasuk KAT-TUN) yang dengan antusias memerhatikan (atau tepatnya memelototi) komputer yang di pakai Arai Sensei untuk menjelaskan.
“Stress deh kita nanti pas buat.” Komentar Yoru yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya.
“Untuk pertama kali, coba kalian buat sebuah rumah sederhana.” Perintah Arai Sensei. Kemudian seluruh muridnya itupun berkutat dengan komputer masing-masing.
“Ih! Kok nggak mau naik sih kotaknya.” Gerutu Sora kesal. Nasib kedua temannyapun sama, ada yang gagal terus saat membesarkan furniture, membuat pintu, dan segala macamnya.
Ada beberapa anggota KAT-TUN juga yang sedang membuat rumah itu dengan mulus, dan ada beberapa yang sedang serius hingga alisnya berkerut, dan ada yang sudah menyerah sehingga ia segera menghancurkan rumah itu dengan kesal, contohnya adalah Yuuichi.
“Nee, ada yang bisa membantuku? Pintunya terbalik dan tidak bisa dibalikkan menjadi seharusnya.” Pinta Jin yang membuat Sora menengok yang sudah memasang radar kalau Jin bertanya kepadanya.
“Nah, yang ini begi…” Sora terdiam, dia juga selalu tidak berhasil membalikkan pintu itu. Minimal butuh waktu 10 menit untuk menyelesaikannya (biasanya sih 15 menit Cuma buat gitu doang (betulan loh, nggak bo’ong, itu karena baru belajar -__-).
“Bantuuuiiin~” Bisik Sora kepada Hoshi dan Asa yang sudah selesai dan sekarang sedang bermain game. Mereka berdua yang sibuk bermain tidak memedulikan Sora sehingga akhirnya Sora menarik mereka berdua dan menyuruhnya membantu Jin.
“Nah, tuh, Sora, kamu bisakan bantu Jin dengan cara begitu.” Kata Tsuki dengan alis berkerut karena masih berkutat dengan program itu.
“Tapi dia malah berterimakasih dan menganggap hebat tuh dua anak.” Gerutu Sora dengan kesal.
“Udah lah Sora.” Kata temannya yang satu lagi, Yoru, yang juga sebentar lagi menyelesaikan rumahnya itu.
“Kamukan udah selesai Yoru!! Nggak rasain penderitaan kita yang nggak bisa sama sekali!” Teriak Tsuki yang sekarang malah berpihak ke Sora.
“Hei! Aku berhasil!” Seru Junnosuke bangga. Kouki bertepuk tangan terbawa suasana, kazuya memuji dengan tulus, Jin tidak peduli, Tatsuya diam saja, dan Yuuichi yang sudah kesal dari awal makin marah.
“Jun, Taguchi-san bisa yaaa!!!?? Ajarin doong!” Pinta Tsuki yang langsung berlari ke tempat Junnosuke, meninggalkan Sora yang terbengong-bengong.
“Tuh, ada cara begitu juga. Tapi sayangnya, Jin-mu juga nggak bisa sama sekali.” Kata Yoru datar. Sora tertawa hambar sebentar lalu langsung meratapi nasib di kursinya.
“Sugoii Kamenashi-san!” Terdengar suara Asa dan Hoshi yang ber-oooh dan ber-aah ria serta memuji-muji sesuatu dari tempat Kazuya. Yoru dan Sora yang penasaranpun pergi ke komputer Kazuya dan ikut terbengong-bengong melihat hasil kerja Kazuya.
“Kakoii!” Seru Yoru refleks. Yah, ceritanya di situ Kazuya membuat sebuah rumah masa depan yang super duper keren dan bagus.
“Huaaah!! Masa’ Kazuya aja bisa aku nggak bisa!!”  Ckckck. Teriak Sora yang berjalan kembali ke komputernya, kembali mencoba menyelesaikan ‘rumahnya’ yang saat itu lebih tepat terlihat sebagai lukisan abstrak 3D.
“Mau kubantu?” Tanya Kazuya yang memang paling baik diantara seluruh KAT-TUN dan paling akrab dengan para JE lainnya, begitu juga dengan para Junior di JE, serta Johnny’s Jr.
“Nggak butuh.” Jawab Sora ketus sambil mengotak-atik hasil kerjanya yang malah makin ancur.
“Um… Betulan tidak butuh bantuan?” Tanya Kazuya tidak yakin.
Sora mendengus kesal, tetapi akhirnya malah berteriak, “AKU NGGAK BISAAA!! BANTUUUIIIN!”
Dan Kazuyapun akhirnya yang membantunya menyelesaikan pekerjaan itu (bagus buat jadi kakak yang baik (mau tuh punya kakak kayak Kazuya :D)).
“Wew, ini mah malah KAT-TUN-nya yang mengajari bukannya anggota ekskul komputernya.” Komentar Asa. Sora dan Tsukipun kembali bersekongkol dan main bacot-bacotan yang lumayan lama hingga akhirnya ditegur oleh Arai Sensei dan beberapa anggota KAT-TUN yang peduli (ada beberapa yang nggak peduli *_*).
“Kalian hebat juga ya.” Puji Arai Sensei (mungkin hanya kepada Kazuya, dan Junnosuke yang berhasil sendiri, walaupun sepertinya ada yang karena sedang beruntung).
“Hwaa, waktunya sudah mau habis dan malah nggak selesai selesai.” Ngambek Sora. Jadinya, yang tersisa dan belum selesai hanyalah Sora, Tsuki, Yuuichi (dari awal), Kouki, dan Jin.
“Eeeh, waktu berjalan lebih cepat ya jadinya~ Kayaknya lebih cepetan pas minggu ini daripada minggu kemarin ekskulnya.” Komentar Yoru begitu melihat jam dinding.
“Mungkin karena yang minggu lalu itu kita juga baru pertama kali bertemu JE-nya.” Tebak Tsuki yang sama-sama setuju dengan ucapan Yoru.
“Yah… Kalau memang begitu kita tidak bisa mengelak.” Kata Sora yang sudah bersiap-siap mengambil tasnya. (Sebenernya pengarangnya udah kehabisan ide karena banyak cerita mainan, cerita request orang, fanfic lain, dan semacemnya yang bertumpuk di laptop dan belom selesai @_@. NB: Ini juga awalnya mau distop aja dan ditelantarkan fanficnya, tetapi dipaksa sama temen si pengarang buat lanjutin).
“Sampai berjumpa hari Jum’at yaa! Tadi Onee-san berpesan agar langsung ke mobil jemputan.” Kata Sora diikuti kedua temannya. Merekapun (atau tepatnya Tsuki dan Sora saja) terus menyampaikan ‘sampai jumpa’ dan ‘jyaa ne’ kepada anggota KAT-TUN hingga akhirnya turun ke lantai satu untuk menuju mobil jemputan.
“Hari Jum’at acaranya apa ya? Lalu minggu depan nanti gilirannya Heisei!! Dapat bertemu Ryutarou!” Seru Tsuki di perjalanan kepada Sora yang memang satu jemputan dengannya.
“Nggak tahu deh, tapi denger-denger sih acara makan gitu.” Jawab Sora sambil memerhatikan jalanan dari kaca mobil.
“Chotto matte yo ashita!!” Seru Tsuki yang kemudian diperingatkan Sora.
“Bukan besok acaranya.” Dan merekapun pulang ke rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s