Eks Komp + Johnny’s Entertainment ~1~

Posted On April 10, 2009

Filed under Cerita, Japan, JE

Comments Dropped leave a response

NB: Ini hanya cerita karangan. Yang benar hanya ekskul komputer dan JE nya saja. Tetapi, ceritanya hanya Fanfic biasa. Bahasanya juga tidak digunakan yang formal. Ceritanya dibuat 6 post dengan 3 bab. Bab yang pertama: “Kehidupan Ekskul Komputer week 1 : Arashi”. Bab yang kedua: “Kehidupan Ekskul Komputer week 2 : KAT-TUN”. Bab yang ketiga: “Kehidupan Ekskul Komputer week 3 : Hey! Say! JUMP”. Tiap-tiap bab ada 2 bagian: 1.Yaitu saat ekskul komputernya dan 2. Saat waktu bebas di hari Jum’at siang. Dan setiap bagian kedua, ada guest dari Johnny’s Jr. Aku nggak tahu juga sih, mungkin aja postnya bisa nambah dan muncul grup JE-JE lainnya (walaupun yakin, males buatnya dan nggak ada waktu). Yah, liat aja deh! C’by: Harada Ichy / Futachi / Haradachi!
ENJOY THE STORIES!!

Character:
NB (Lagi): Yang dikurungin sehabis nama, seperti: Kinoshita Sora (LANGIT), itu arti dari tiap-tiap nama panggilan. Jadi, Sora itu artinya langit, dan yang lainnya liat sendiri!

Kinoshita Sora (Langit): Fans berat Johnny’s Entertainment terutama Hey! Say! JUMP, arashi, dan Kat-tun. Saking seringnya membicarakan JE, sampai-sampai teman-temannya tertular juga. Rada stress, egois, tetapi tahu informasi-informasi JE.

Kitahara Tsuki (Bulan): Sahabat Sora. Sedikit gaptek sehingga ia mengusulkan ke kedua sahabatnya (Yoru & Sora) untuk ikut ekskul komputer. Paling tidak tahu soal JE atau semacamnya. Feminim, kata-katanya kadang-kadang bermakna dalam, tetapi cengeng, gaptek, dan sama-sama stress kayak Sora.

Tsujikawa Yoru (Malam): Sahabat Sora juga. Kesukaannya sama seperti Sora (suka anime, manga, komputer, PS, dll), namun Cuma tahu JE tanpa menyukainya. Pintar, tapi walaupun tampangnya alim-alim gimana gitu tapi sebenarnya kata-katanya nusuk dan terang-terangan banget.

Sanada Asa (Pagi): Anggota ekskul komputer yang merupakan temannya Hoshi. Suka game online dan otak-atik komputer (ini nggak yakin ya… Tapi sifatnya kubuat-buat rada beda dikit sih soalnya nggak afal sifatnya!). Kalau udah bareng komputer atau main game, stress nya keluar dah. (Kok kayaknya yang ikut ekskul komputer stress2 semua!?).

Takamiya Hoshi (Bintang): Sama aja sama temennya, si Asa. Mentang-mentang mereka berdua cowok sendiri di ekskul komputer, jadi mereka main bareng mulu pas ekskul. Sama-sama suka game online (tahu dah! Asal kubuat dikit ya sifatnya, orang yang aslinya jangan marah!!).

Arai Sensei (Nama orang (Emang semuanya nama orang!)): Sensei yang mengajar komputer di sekolah kelima anggota ekskul, sekaligus penanggung jawab ekskul komputer. Yang pasti, Arai Sensei pasti ntar juga ketularan stress karena anak-anak ekskul komputer yang diurusnya stress semua. Apalagi, kalau anak-anak ekskul komputernya nambah artis-artis johnny’s tiap minggunya…

Ruyem, ruyem dah nih ekskul karena ada 1 fans berat JE dan malah ada grup2 JE yang berkunjung buat ikut tiap minggunya…

Kehidupan Ekskul Komputer Week 1 : Arashi
(Beginning)

Sora berjalan dengan kedua sahabatnya dengan riang. Saat itu ia sedang menuju ruang komputer yang berada di lantai 3 gedung SD. Walaupun mereka harus pergi dari gedung SMP di lantai 3, dan turun ke lantai 1 gedung SMP, lalu pergi ke gedung SD, kemudian naik ke lantai 3 gedung SD, lalu untuk pulangnya harus turun dari gedung SD lantai 3, ke lantai 1, dan pergi ke gedung SMP, Sora tidak keberatan. Itu semua dapat terjadi karena ia senang ekskul komputer yang dikarenakan sedikit anggotanya. Karena sedikit itu, Sora jadi dapat banyak privasi, sehingga, yang biasanya di sekolah dengan teman sekelas dll-nya Sora bersikap sok baik (Jaim) dapat mengeluarkan sifat aslinya yang… Jangan ditanyakan!
“Kelihatannya Sora lebih bahagia daripada biasanya. Memang kenapa?” Tanya Tsuki yang sangat suka berbicara (kadang-kadang hal tidak penting juga dibicarakan panjang lebar).
“Nggak, aku Cuma ada firasat baik aja.” Jawab Sora yang tidak menyadari maksud “Firasat Baik” yang ia dapat. Kalau ia sudah tahu apa itu firasat baiknya, pasti ia sudah berlari sekencang-kencangnya menemui Arai Sensei. Yakin…
“Kalian lama banget.” Komentar Hoshi yang tidak seperti biasanya. Sora menaruh tas dan duduk di karpet dengan bingung karena seingatnya jamnya belum menunjukkan waktu masuk Ekskul komputer, dan lagi, seharusnya yang datang duluan boleh main komputer / buka internet selama menunggu yang lain sehingga tidak ada salah menyalahkan terhadap kedatangan anggota.
“Kalau semuanya sudah berkumpul, berarti sensei dapat menjelaskan hal penting yang ada di amplop surat yang sensei pegang.” Kata Arai Sensei akhirnya setelah Tsuki dan Hoshi selesai bertengkar mulut. Arai Sensei terdiam sebentar lalu bertanya dengan sedikit keraguan, “Kalian sehabis ekskul ini tidak ada leskan? Besok juga lagi nggak ada pelajarankan?” (Ini jadwal tiap anggota atau sekolah, ataupun ekskul komputer yang asli rada diganti…).
“Iya sensei. Emang kenapa sih? Kayaknya penting banget tuh surat. Kalau masalah kepulangan sih, aku, Sora, ama Yoru boleh pulang malem.” Jawab Tsuki mewakili kedua temannya. Hoshi dan Asa juga menjawab hal yang sama kepada Arai Sensei sehingga ia terlihat menjadi lega.
“Jadi kalian bolehkan pulang jam 5? Soalnya sekarang kita akan pergi.”
“Pergi ngapain dan kemana sensei?” Tanya Sora cepat karena merasakan firasat baiknya itu.
Arai Sensei membuka amplopnya lagi dan membaca lagi kertas didalamnya baru menjelaskan, “Menjemput Grup Boy Band Arashi dari Agency JE.”
Sora menahan napas, ia merasa kalau kupingnya salah mendengar, “Um, Sensei, tadi Sensei bilang… Grup band…”
“Arashi dari JE. Kemudian, tertulis di surat ini kalau minggu depan grupband Kat-tun dari JE.” Jawab Arai Sensei yang tidak menyadari nada bicara Sora yang sedikit mencurigakan.
Sora membelalakkan matanya. Ia tidak salah mendengar, “ARASHI DARI JE” itu memang yang ia dengar awalnya. Sora tidak bisa berteriak saking kagetnya dan karena belum bisa mencerna semua yang ia dengar. Ia juga baru menyadari kalau amplop surat itu bertuliskan JE besar-besar.
“Arashi… Arashi… Um, JE… AH!” Tsuki yang memang tidak terlalu mengenal JE baru menyadari maksud dari band Arashi. Ia mengguncang-guncang Sora karena senang. Jangan salah! Walaupun Tsuki memang paling tidak tahu segala hal tentang band Jepang (ceritanya sih ini emang di Jepang… tapi…) tapi ia langsung menyukai band itu karena diberitahu Sora (dan walaupun nggak bisa bedain yang mana yang Arashi, News, SMAP, Kat-tun, Kanjani 8, Hey! Say! JUMP, ataupun grup Johnny’s Entertainment lain).
“Tsuki telmi banget. Baru nyadar sekarang. Ini Sora juga, malah bengong kayak orang yang udah nggak ada jiwanya lagi.” Kata Yoru tanpa ekspresi. Ia tidak terlalu gembira akan kabar itu karena ia bukan termasuk fans JE. Berbeda dengan Sora yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
“Eh, JE ama Arashi atau Kat-tun apaan sih?” Tanya Asa yang membuat sora dan Tsuki langsung menjelaskan dengan panjang lebar dan antusias.
“Uhm, bisa kita langsung menjemput Arashi ini?” Tanya Arai Sensei yang seperti biasanya tidak di dengarkan dengan anggota ekskul komputer yang pada suka ngobrol sendiri.
“Bisa!! IKUYOO!!!” Seru Sora dan Tsuki bersemangat sementara Hoshi, Asa, dan Yoru berjalan mengikuti Arai Sensei dengan tenang.

“Sora ni kagayaku yo kirari, Hoshi ga jiwari nijindeku yo.” Lantun Sora selama perjalanan di mobil. Tsuki yang tidak hafal sama sekali lagu Beautiful Days-nya Arashi hanya mengikuti nadanya dengan semangat. Yoru yang memang paling Jaim diantara 3 sahabat itu tidak mau bernyanyi karena ada Asa, Hoshi, dan Arai Sensei di mobil. Asa dan Hoshi juga hanya menghela napas pasrah karena mobil itu berisik dari awal perjalanan karena suara Tsuki dan Yoru, disertai suara Yoru yang diapa-apain sama Tsuki.
“Kinoshita dan Kitahara sepertinya senang banget.” Bisik kedua cowok yang mulai berbisik-bisik tentang sifat Sora dan Tsuki yang menurut mereka menyeramkan itu. Walaupun Sora mendengar ucapan mereka, tetapi karena terlalu senang ia tidak mempedulikannya.
“Kita masuk nih ke dalem gedung ini?” Tanya Tsuki begitu mobil yang ditumpangi mereka sudah sampai di depan gedung yang tertulis di dalam surat. Arai Sensei menganggguk dan membiarkan 5 muridnya turun duluan karena ia ingin memarkirkan mobil dahulu.
“Kalian masuk duluan dan bertemu grup-grup itu. Sensei nanti juga ada urusan dengan manajer ketiga grup itu.” Jelas Arai Sensei seraya mengendarai mobilnya ke arah tempat parkir.
Sora memimpin rombongan 5 orang tanpa guru itu menuju gedung. Menurut penjelasan Arai Sensei, nanti mereka akan bertemu 3 grup disitu dan saling berkenalan dahulu (Sora sudah kenal semua -.-). Kemudian, nanti grup band pertama untuk minggu itu yang adalah Arashi akan ikut ekskul komputer (hee) selama seminggu itu (ceritanya ekskulnya 5 hari berturut-turut). Sora memikirkan penjelasan itu dengan sangaaaaaaaaaaaaaaat gembira. Apalagi, saat ia tahu kalau Hey! Say! JUMP juga termasuk dari ketiga grup boy band itu.
Ketika mereka memasuki gedung dan pergi ke arah ruangan yang dituju, mereka berlima dapat melihat 21 laki-laki (dari umur 14-20-an) yang sudah menunggu. Sora tidak dapat melepaskan pandangannya dari Hey! Say! JUMP sedangkan Tsuki terus melihat Ryutarou (Yoru tidak ngefans siapa-siapa). Hoshi dan Asa juga ber-ooh ria karena baru mengerti maksud boy band itu. Lalu, mereka berlima dipersilahkan duduk di 5 kursi yang tersedia yang posisinya berhadapan dengan 21 kursi yang posisinya dibuat seperti huruf U.
Arashipun berdiri dan memperkenalkan diri mereka satu-satu, “Kami dari Arashi yang akan datang di minggu pertama, yoroshiku onegaishimasu.”
“Yoroshiku onegaishimasu.” Jawab anggota eks. Komputer serempak.
“Kami dari Kat-tun yang akan datang di minggu kedua, mohon kerjasamanya.” Kata Kat-tun bersamaan juga.
“Kalau kami, yang anggotanya paling banyak dan yang paling muda adalah dari Hey! Say! JUMP. Senang bertemu kalian.” Jelas 10 anggota Heisei.
“Menurut manajer kami semua, sekarang kita makan sore bersama dahulu agar lebih kenal dan akrab.” Jelas Jun mewakili seluruh anggota JE disitu sambil mengarahkan 20 orang JE itu ke ruang makan. Sora yang juga ditunjuk oleh anggota ekskul komputer (karena yang paling tahu) juga mengarahkan (hee) 4 orang (perbandingan yang jauh) ke ruang makan.
Di meja makan yang sangat besar yang bisa menampung sekitar 30 orangan, sudah terdapat banyak piring-piring makanan serta botol-botol jus, I dan lainnya. Tsuki sudah mau duduk di kursi samping Ryutarou, tetapi kursi itu langsung diduduki oleh Yuya yang membuat Tsuki kesal. Sora juga tidak bisa duduk di samping Chii karena di sampingnya Chii sudah ada Kazuya, sehingga akhirnya Sora terpaksa duduk di apit oleh Yoru dan Kazuya.
Setelah semuanya duduk di kursi yang ada, semuanya-pun berseru bersama-sama, “Itadakimasu!” Dan mulailah semuanya mencomot makanan yang ada. Tsuki dan Hoshi sudah memelototi makanan yang ada di atas meja. Ada Sushi, Oden, Sashimi, Gyoza, Gyuutan, Hitsumabushi, Tebasaki, Udon, dan Tempura yang masing-masingnya di sediakan dalam ukuran besar sehingga lima anggota ekskul komputer yang melihatnya tidak bisa memilih apa yang mau dimakan duluan.
“Kenapa tidak dimakan?” Tanya Kazuya dengan ramah. Sora menggerutu dalam hati karena ia lebih menyukai Jin daripada Kazuya (penggemar Kazuya jangan marah!! Ini hanya fanfict!!!!). Kazuya yang tidak mendapat jawaban apa-apa dari Sora kembali bertanya, “Kamu tidak menyukai makanannya atau tidak bisa memilih?”
“Bisa tolong ambilkan 2 sushi salmon?” Sela Jin.
Sora dengan sigap segera mengambilkan 2 sushi itu dengan sumpit dan menaruhnya ke piring Jin dengan bersemangat, “Ini.” Tsuki beserta Yoru hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah temannya yang memalukan itu. Kazuya juga hanya bisa terbengong-bengong di tempatnya sehingga sekarang malah Sora yang bertanya, “Kok nggak di habisin? Makanya kalau ambil makanan jangan banyak-banyak.”
Sementara itu, dua cowok ekskul komputer malah asyik mengobrol dengan Ryutarou yang suka bermain game sehingga obrolan mereka nyambung. Sisa anggota Johnny’s lainnya mengobrol sendiri hingga acara makan sore itu selesai dengan menyenangkan (kecuali Kazuya).

***

Sora dan dua sahabatnya kali ini datang ke ruang komputer dengan lebih bersemangat. Merekapun juga membawa HP untuk dapat diam-diam memfoto anggota JE-JE itu. Walaupun Sora lebih menyukai heisei dan kattun, tetapi ia sudah senang dengan kedatangan arashi.
“Ah halo Kinoshita, Kitahara, Tsujikawa-san.” Kata Aiba yang sudah ada di ruang ekskul komputer duluan dan sekarang sedang duduk di kursi komputer yang biasa di pakai Tsuki.
Tsuki yang sedikit kesal karena Aiba asal mengambil tempat duduknya berbisik kepada Sora, “Sora, tolong dong usirin dia. Wajahnya juga nggak bagus-bagus amat jadi usir aja.” (Maaf bagi penggemarnya, sekali lagi di pertegaskan kalau ini hanya fanfict).
Sora hanya tertawa dan membiarkan Tsuki yang berurusan sendiri dengan Aiba, tetapi ia segera berhenti ketawa begitu menyadari kursinya juga sudah di duduki. Ia langsung berlari ke arah kursinya dan terang-terangan mengusir Jun yang mendudukinya, “Ah!! Matsumoto-san! Ini tempatku! Cari tempat yang lain aja napa!?”
Jun yang baru menyadari hal itu segera berdiri dari kursi Sora dan pindah ke kursi sebelahnya tetapi tidak jadi karena juga menyadari kalau itu kursinya Yoru. Akhirnya Junpun duduk di kursi samping Yoru.
“Ah!! Sh-Sakurai-san!” Kata Sora yang hampir teriak begitu Sho berdiri di belakang kursi Sora sambil memerhatikan apa yang Sora lakukan terhadap komputer yang ia pakai. Inilah penyebab kenapa Sora tidak sepenuhnya kesal karena Arashilah grup pertama yang datang ke ekskul komputer (selain karena lagu dan suara anggota Arashi bagus-bagus) karena ada Sakurai Sho yang ia gemari (sebenarnya sih hampir semua anggota JE ada yang ia gemari).
“Eh-eh Sora, katanya kamu lagi sukaa banget lagu arashi yang kata kamu artinya bagus tapi pesimis banget itu walaupun udah rada lama. Lagu apaan sih?” Tanya Yoru yang berusaha membuat Sora tidak terus-terusan menatap Sho.
“Truth?” Gumam Sora bingung.
“Tatoe donna owari wo egai temo, kokoro wa nazomeite. Sore wa maru de yami no you ni semaru shinjitsu~” Nyanyi Jun tiba-tiba. Sora makin menggerutu dalam hati karena Jun dari tadi yang malah terus bernyanyi atau duduk di bangkunya. (Fans jangan marah!!!)
“Even whatever kind of end I draw, my heart is a puzzle. The truth is approaching like the darkness~” Lantun Tsuki yang dalam bahasa inggris sambil membaca kertas lagu Truth milik Sora yang ditranslitkan dalam inggris.
“Tatoe wazu kana hikari umaretemo, nageki wa kurikaesu. Sore wa maru de uso no you ni kieru shinjitsu.” Gumam Satoshi yang langsung loncat ke bagian belakang lagu. Memang suara Satoshi paling bagus dari anggota lain band Arashi. Malah, kalau mau jujur, suaranya paling bagus diantara JE lainnya.
“Kenapa ia lompat ke belakang lagu?” Gumam Sora bingung.
“Mungkin karena artinya lebih bagus disitu? Tapi menurutku bagusan di lyric yang di nyanyikan Matsumoto-san dan bagian setelah itu yang ‘Ashita wa mienakute’.” Jawab Yoru menebak-nebak. Lyric yang di nyanyikan Satoshi berarti: “Even if a weak light born, the sorrow repeats over. The truth disappear like a lie”. Dan yang di bilang Yoru: “I can’t see tomorrow” yang awalnya sebelum lyric itu, berbunyi: “Even whatever kind of world I draw”.
“Kalau aku sukanya di bagian Tomaranai!” Timpal Tsuki tiba-tiba.
“Memories that I can’t return to remain everything that’s been taken away to the end of the world.” Sahut sebuah suara yang membuat Sora langsung merinding. Firasat buruknya terkabulkan, Kinoshita Momo (Peach), kakak perempuan Sora sedang berada di pintu masuk ruang komputer.
“Ah, Onee-san…” Sora mulai merasakan firasat buruknya lagi karena ada kakaknya yang sama-sama PENCINTA JE dan ada anggota Arashi (termasuk Jun yang ia sukai).
“Sakurai-san!” Seru nee-sannya Sora itu seraya bejalan kearah Sho. Seperti di bayangan Sora, nee-sannya mengeluarkan buku serta bulpen yang siap di tanda tangani oleh Sho. Bukan hanya Sho saja, Jun, dan Nino juga di minta tanda tangan. Awalnya sih dia tidak meminta tanda tangan ke Aiba dan Satoshi karena bukan fansnya, tetapi karena dia berpikir kalau tidak akan bertemu lagi, maka sekalian ia meminta tanda tangannya.
“Eh Kinoshita-san, dia itu kakak mu kan?” Tanya Asa polos. Sora memelototi Asa marah dan menyurunya diam saja.
“Tau nih Sanada sama Takamiya asal ikut campur aja.” Kata Tsuki menimpali. Sora kini berbalik dan memelototi Tsuki karena malah tidak membantu.
“Sudahlah, memang apa seramnya kakak kel-” sebelum Hoshi menyelesaikan perkataannya, nee-sannya Sora sudah selesai meminta tanda tangan duluan dan kini menatap Hoshi tajam dengan pandangan yang lebih menakutkan dari tatapan Sora tadi.
“Jadi… Aku pergi dulu ya semua.” Seru Momo Nee-san yang langsung berubah kembali sifatnya. Keadaan hening sejenak setelah sepeinggalan Momo Nee-san. Tidak ada yang bergerak di tempat hingga Nino berkata, “Ah, Arai-san.”
“Ninoo, seharusnya kamu memanggilnya Arai Sensei karena sekarang kita sudah menjadi anggota komputer-bu selama seminggu.” Bisik Sho menegur Nino yang memang sudah lulus SMA (Heisei yang anggotanya masih muda-muda!).
“Ninomiya-san, Sakurai-san, Matsumoto-san, Ohno-san, Aiba-san, konnichiwa.” Sapa Arai Sensei sambil tersenyum ramah. Mereka berlima balas tersenyum kemudian langsung diam di tempat, kaku karena sensei sudah datang.
“Apa yang akan kita pelajari kali ini Senseeii?” Tanya Tsuki menyela.
“Membuat blog.” Jawab Arai Sensei singkat.
“Burogu?” Tanya Nino. Arai Sensei mengangguk dan menjelaskan darimana asal nama blog itu, bagaimana cara membuat blog, dan bagaimana cara mengotak-atik blognya sendiri.
“Eh, sudah ada yang punya blog sebelumnya?” Tanya Yoru yang tidak Jaim sama sekali di depan Arashi (padahal dua temannya udah kayak apaan).
“Belum.” Jawab Aiba diikuti gelengan dari yang lainnya (ini aku nggak tahu ya apa salah satu dari mereka udah punya blog ato belum, tapi aku asal buat dulu ya!).
“Memang kalau buat blog, kalian akan mengisinya dengan apa?” Tanya Hoshi menyela.
“Um, mungkin aku akan mengisinya tentang beberapa cerita kehidupan pribadi dan membaginya kepada para fans.” Jawab Jun bijak.
“Dan setelah itu tidak di urus lagi.” Timpal Sho mengejek Jun. Jun memelototinya karena harus menyusun imagenya lagi di depan anak-anak ekskul komputer yang terbengong-bengong itu.
“Lagian, memang kalian…” Sora menambahkan pelan, berusaha terlihat sopan di depan Sho, “Juga Sakurai-san akan memakai nama asli untuk blognya?”
“Mungkin tidak karena nanti fans semua yang datang berkunjung bukannya orang lain yang-“ Aiba yang awalnya mau pamer akan banyaknya fans Arashi langsung di potong oleh Tsuki galak.
“Kan bagus kalau fans jadi tahu beberapa kehidupan biasa anggota Arashi seperti kata Matsumoto-san! Lagian emang berapa banyak fans yang Aiba-san punya? Lebih banyakan Matsumoto-san atau Ohno-san kan? Jangan terlalu GR dan PD banget deh! Aiba-san juga harus sadar diri dong! Ngac-“ Sora dan Yoru buru-buru membungkam mulut Tsuki agar ceramahannya nggak sampai terlalu menusuk buat Aiba (walaupun udah bikin dia terpuruk).
“Tapi memang betul juga sih, aku juga berpikir kalau mungkin saja anggota Arashi bisa lebih nyaman kalau tidak menunjukkan kalau ia punya blog sendiri.” Komentar Asa (yang langsung dipelototin Tsuki yang masih dibungkam oleh Yoru dan Sora).
“Baiklah, daripada kalian berantem terus, lebih baik biarkan tiap anggota Arashi memilih sendiri apa yang mereka mau.” Lerai Arai Sensei akhirnya.
“Sho-chan~ Kamu pilih layoutnya yang manaa?” Tanya Nino seraya menyilangkan tangannya dari belakang punggung Sho (kayak YAOI!! >___<).
“Kazu, apa yang kau post-kan?” Tanya Jun yang malah balik bertanya (Sho ngacangin Nino).
“Eh? Jun sudah selesai memilih layout dll?” Tanya Nino berbalik menghadap Jun karena menyerah dengan Sho yang terlihat berkutat sendiri dengan Blognya.
“Sudah. Sekarang aku mau mencoba memasukkan sesuatu tetapi tidak ada ide.” Kata Jun serius. Sementara itu, Hoshi dan Asa sudah selesai membuat blog dan mengirimkan satu post sehingga mereka sekarang sudah asyik bermain internet sendiri. Kalau Yoru dan Sora juga sudah mengirimkan satu post dan sekarang sedang membantu Tsuki yang nanya-nanya mulu (dan kadang-kadang memerhatikan, atau tepatnya menatap lekat-lekat anggota Arashi).
“Nee, bisa aku meminta bantuan dari kalian? Seperti mengusulkan ide…” Suara Jun makin kecil ke akhir kalimatnya karena saat ia menarik lengan baju Sora dan bertanya, Sora menatapnya dengan tajam karena sedang sibuk sendiri malah diganggu. “Eto… Kalau Kinoshita-san sedang tidak bisa diganggu ataupun dimintain usul, Kitahara-san dan Tsujikawa-san bisa memberikan sedikit ide?”
“Sumimasen Matsumoto-san, tetapi aku sedang tidak ada ide.” Jawab Tsuki dengan sangat (sok) sopan. Tentunya itu hanya sifat palsu saja karena Tsuki menganggap Jun Kako ii (ingat saja seperti apa Tsuki memperlakukan Aiba).
“Ashita kara mata nichi getsuka, hora suimoku mawatte kindo nichiyou. Yume no hibi o daijini ikimashou, mouiccho.” Yoru malah bernyanyi ‘Weeeeek’ nya NewS (group Johnny juga), mengacangi Jun (kayaknya hari itu pada main kacang-kacangan deh).
“Hoy, hoy, katanya kalian penggemar JE termasuk Arashi, tetapi kenapa bersikap seperti itu. Ingat loh, masing-masing group yang kata Arai Sensei ada 3 yang akan berkunjung itu hanya akan bertemu kalian 2 kali saja. 1 hari untuk ikut ekskul komputer dan 1 hari lagi, di hari Jum’at (yang besoknya libur) untuk balas mengajak kita mengunjungi tempatnya.” Peringatkan Hoshi (yang entah kenapa hafal).
“Atau mungkin saja pergi makan bersama dan lainnya. Kalau grup kami, Arashi, di hari kedua akan mengajak ke konser kami nanti hari Jum’at. Kalian semua akan mendapat tiket belakang panggung.” Tambah Sho.
“Sou ka…” Sora terdiam sejenak kemudian langsung berputar menghadap Satoshi dengan mata berbinar-binar, “Kalau begitu, sementara masih ada di sini… Ohno-san, yang katanya suara terbagus di JE, tolong nyanyi berbagai lagu dong! Jadi radio berjalan ya~” Pinta Sora.
“Eh, nyanyi Rescue-nya KAT-TUN dong!” Sela Yoru tiba-tiba.
“Iya-iya! Anggota Arashi yang lain juga nyanyi aja biar gampang!” Sela Tsuki juga. Ia cepat-cepat menatap Aiba dan mengancam, “Awas kalau sampai suaramu yang paling terdengar!” Sora diam di tempat, menggembungkan pipinya kesal karena dia yang mengusulkan ide itu tetapi bukan dia yang merequest lagu pertama.
“Baiklah, aku yang jadi Akanishi-san. Sho, kau yang jadi Tanaka-san saat rap-nya. Nino, kau jadi Kamenashi-san. Yang lain jadi Ueda-san, Nakamaru-san, dan Taguchi-san.” Perintah Ohno kemudian. Awalnya Tsuki sudah mau menyela dan menceramahi Satoshi karena ia bersikap sok ketua (emang!) tetapi langsung di larang Sora.
“I don’t wanna cry alone~”
“Help me out, Search my light, Please take me back home.”
“I don’t wanna cry alone~”
“Into blaze, Lost in maze, Someone call my name.”
“I don’t wanna cry a-”
“Stop! Stop! Stop!” Teriak Tsuki tiba-tiba. Semua tentunya langsung berhenti dan melihat Tsuki dengan tatapan bingung.
“Kenapa sih Tsuki? Nanti keburu pulang.” Protes Yoru.
“Aku Cuma mau bilang, langsung aja kebagian ‘Dareka’nya.” Kata Tsuki.
“Kan habis yang ‘I don’t wanna cry alone’ yang baru mau dinyanyiin sama Nino langsung bagian Dareka no tame ni nante!!” Seru Sora kepada Tsuki lalu para Arashi melanjutkan bernyanyi (Tsuki tahu lyricnya sedikiiiiiiiiiiiiiit banget karena Sora sering nyanyiin, tapi sendirinya nggak tahu lagunya sebenernya totalnya gimana.
“Dareka no tame ni nante, Ikirenai to omotta.”
“Konna itoshikute, Taisetsu na mono wo.”
“EH!!! YAMETTE YO!” (berhenti!!) Teriak Sora sehingga kejadian sebelumnya terulang lagi.
“Kenapa Sora? Kamu nggak bakal kasih usul nggak bener kayak Tsuki-kan?” Tanya Yoru memastikan.
“Nggak, nggak… Bukan kayak Tsuki kok! Are… Kan kalian Arashi… Mending nanti KAT-TUN saja yang menyanyikan lagu mereka sendiri. Lebih baik kalian menyanyikan lagu kalian sendiri.” Usul Sora yang membuat Tsuki dan Yoru teringat kalau masih ada dua grup lagi yang akan datang ‘berkunjung’.
“Memang kenapa sih? Grup KAT-TUN itu pasti punya lagu lainkan? Jadi tidak apa-apa dong.” Tanya Hoshi tidak mengerti pola pikir ketiga gadis itu.
“Tapi sementara Arashi disini, kan lebih bagus kalau mereka nyanyi lagu sendiri biar lebih terdengar nyata!!” Bela Tsuki yang tumben bagus (wuahahha, pengarangnya jahat sama dia terus >,<).
“Aku ada usul lagi! Biar nggak di potong pas di tengah lagi, kalian nyanyi lagu Believe saja!” Kata Tsuki. Arashi terima-terima saja permintaan itu dan baru mau berisap nyanyi tetapi langsung di potong Sora lagi (tuh dua orang demen banget motong Arashi nyanyi).
“Aku maunya lagu awal-awal kalian!! A.Ra.Shi. gitu misalnya!! Onegai!!”
“Sora!! Enakan Believe!” Protes Tsuki.
“Emang kamu tahu Believe yang mana? Kamu tahu lagu-lagunya dari aku dan karena aku nyebutin nama-nama lagunya teruskan? Akukan biasanya nyanyiin-nya beda-beda! Yang kamu tahu judul sama lyricnya (yang cocok) itu hanya Love So Sweet, dan Caramel Song doangkan dari sekian banyak lagu Arashi!?” Balas Sora cepat yang dengan mudahnya membuat Tsuki diam karena kalah telak (Sora betul -___-).
“Hajikerya yea! Sunao ni good! Dakara choito omoi no wa boo! That’s all right! Sore demo jidai wo kiwameru, sou sa bokura wa super boy! We are cool, Ya na koto attemo dokka de kakko tsukeru. Yaru dake yaru kedo ii desho? Yume dake mottatte ii desho?” Dan merekapun memulai lagunya dengan rap (emang aslinya gitu sih). Ketiga perempuan yang tahu JE itu menikmati lagunya sambil melanjutkan mengotak-atik blog sementara Arai Sensei, Hoshi, dan Asa bengong di kalimat Sore demo jidai wo kiwameru, sou sa bokura wa super boy! Dan We are cool-nya. (None the less, we master the era, yeah, we’re super boys! We are “COOL”).
Kemudian masuklah kebagian yang paling di sukai Sora, “You are my soul! Soul! Itsumo sugu soba ni aru.Yuzurenai yo, daremo jama dekinai. Karada juu ni kaze wo atsumete makiokose. A-ra-shi a-ra-shi for dream~”
Dan mereka terus bernyanyi (kalau selesai satu lagu, salah satu dari ketiga perempuan itu request yang lain) sambil mengotak-atik blog hingga capek dan sampai saatnya pulang.
“Terimakasih atas kunjungannya Matsumoto-san, Ohno-san, Ninomiya-san, Sakurai-san, Aiba-san.” Kata Arai Sensei kepada kelima orang itu setelah kelima anggota ekskul komputernya sendiri menyampaikan salam perpisahan.
“Sampai jumpa hari Jum’at! Jyaa!” Teriak Arashi sementara mereka turun ke lantai 1 untuk ke mobil mereka dan pulang. Anggota ekskul komputer masih teridam di tempat setelah Arashi pergi dan segera mengambil tas dan bersiap pulang saat menyadari mereka juga harusnya sudah pulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s