Perlawanan terhadap Kekuasaan Asing

Posted On September 6, 2009

Filed under My own life, Sekolah

Comments Dropped leave a response

  1. Perlawanan pada Masa VOC

A.Perlawanan Rakyat Maluku

Sikap keras yang dilakukan VOC terhadap rakyat Maluku membuat kaum mulim Hitu bekerja sama dengan orang-orang Ternate melawan VOC. Perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kakiali dan Telukabesi juga mendapat bantuan dari Kerjaan Gowa di Makassar. Sebagai pemimpian masyarakat Hitu, Kakiali melawan monopoli VOC dengan cara menyelundupkan cengkih. Ketika Kakiali ditangkap, orang-orang Hitu bersiap untuk berperang melawan VOC oleh karena itu, Gubernur Jendereal VOC, Antonio van Diemen memimpin sendiri operasi militer ke Maluku. Perlawanan rakyat Hitu terhadap VOC diteruskan di bawah pimpinan Telukabesi yang kemudian menyerah dan dibunuh pada tahun 1646.

Setelah terbunuhnya Kakiali dan Telukabesi, masyarakat Hitu masih melakukan perdagangan rempah-rempah secara gelap sehingga VOC mengangkat raja ternate, Mandarsyah dan menyuruhnya menandatangani perjanjian yang isinya melarang penanaman cengkih di semua wilayah, kecuali Ambon.

B. Perlawanan Kerjaan Gowa

Untuk menghancurkan kerajaan Gowa, VOC menjalin kerja sama dengan Aru Palaka, seorang pangeran Bugis dari kerjaan Bone. Pada tahun 1666 VOC mengirimkan ekspedisi terdiri dari 21 kapal yang mengangkut tentara Eropa, ditambah serdadu-serdadu Ambon beserta Aru Palaka dan anak buahnya di bawah pimpinan Corneli Speelman. Corneli berhasil menghancurkan armada Gowa, sementara Aru Palaka memimpin pertempuran darat. Pada 18 November 1667,  Sultan Hasanudin untuk menandatangani Perjanjian Bongaya yang berisi:

–          Makassar harus mengakui monopoli VOC

–          Wilayah Makassar dipersempit hingga tinggal Gowa saja

–          Makassar harus membayar ganti rugi perang

–          Hasanuddin harus mengakui Aru Palaka sebagai raja bone

–          Gowa tertutup bagi orang asing selain VOC

–          Benteng-benteng yang ada harus dihancurkan kecuali benteng Rotterdam

C. Perlawanan Mataram
Konflik pertama antara Mataram dengan VOC terjadi pada tahun 1618 di Jepara. Awalnya Mataram melarang menjual beras kepada VOC dan menuduh VOC merampok kapal-kapal orang Jawa. Penguasa Mataram atas nama Sultan Agung kemudian menyerang VOC.  Serangan itu segera mendapat balasan dari VOC setelahnya. Setelah Surabaya jatuh ke tangan mataram pada tahun 1925, Sultan Agung bersiap menyerang Batavia dari VOC. Tentara gelombang serangan pertama dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso, dan tentara gelombang serangan kedua dipimpin Tumenggung Suro Agul-Agul, Dipati Mandurejo, dan Dipati Uposonto.
Pada tahun 1629 Mataram melakukan serangan terhadap Batavia untuk kedua kalinya. Namun VOC menemukan dan membakar lumbung-lumbung beras persedian makan tentara Mataram. Demikian juga perahu-perahu yang disiapkan di tegal dan Cirebon dimusnahkan oleh VOC.

D. Perlawanan Trunojoyo
Setelah Sultan Agung wafat, beliau digantikan oleh putranya, Amangkurat I. Pada awal pemerintahannya, Amangkurat I telah menjalin hubungan baik dengan VOC. Gerakan yang cukup kuat untuk menentang Amangkurat I justru berasal dari putra mahkota, Pangeran Adipati Anom yang kelak bergelar Amangkurat II. Pada tahun 1670, Adipati Anom dan Trunojoyo, pangerang dari Madura yang membenci Amangkurat I bersekongkol untuk melawan Amangkurat I.
Pemberontakan Trunojoyo meletus pada tahun 1675. Walaupun Amangkurat I dibantu oleh VOC, tetapi tetap tidak dapat mengatasi kaum pemberontak. Sementara itu sikap Trunojoyo mulai berubah dan membuat Adipati Anom tidak senang. Iapun bekerja sama dengan VOC untuk menjatuhkan Trunojoyo dengan imbalan bahwa VOC akan mendapatkan hak monopoli dan memungut pajak di sepanjang pantai utara Jawa. Pada tahun 1679, Trunojoyo diserahkan kepada Amangkurat II yang kemudian menikamnya sampai mati. Dan pada akhirnya kekuasaan VOC makin besar.

Perlawanan terhadap Pemerintahan Belanda pada Abad XIX

A. Perang Padri
Agama Islam sudah tersebar di Minangkabau sejak abad XV. Namun dalam praktiknya di masyarakat, berbagai hal yang bertentangan dengan ajaran Islam masih banyak dilakukan. Pada tahun 1803, tiga orang haji bermaksud membersihkan kebiasaan yang menyimpan dari ajaran Islam tersebut. Ketiga haji dan pengikutnya itu disebut kaum Padri sementara golongan yang ingin mempertahakan adat yang selama ini mereka lakukan disebut kaum Adat. Perbedaan itulah yang menyebabkan perang yang melibatkan Belanda di pihak kaum adat. Tokoh-tokoh Padri diantaranya Tuanku Pasaman, Tuanku Nan Renceh, dan Tuanku Imam Bonjol. Dalam perang padre babak kedua, Belanda mengajak Sentot Ali Basa bersama prajuritnya. Tetapi ternyata Sentot Ali Basa dicurigai mengadakan hubungan dengan kaum Padri dan ditarik kembali ke Batavia. Pada tahun 1831, kaum adat dan kaum Padri bersatu melawan belanda. Walaupun menghadapi serangan dari berbagai pihak, namun karena persenjataan lebih lengkap Belanda akhirnya dapat merebut basis kekuasaan kaum Padri di kota Bonjol.

B. Perang Diponegoro
Pangeran Dipenogoro adalah seorang pangeran kesultanan Yogyakarta. Karena beberapa factor, meletuslah Perang Diponegoro. Oleh karena semua lapisan masyarakat menaruh kebencian kepada Belanda, pangeran Diponegoro mendapat dukungan luas untuk bergabung bersamanya. Selain Pangeran Mangkubumi, pangeran Diponegoro juga dibantu oleh Sentot Ali basa Prawirodirjo yang kemudian diangkat sebagai penasihat utama di bidang militer dan Kiai Mojo sebagai penasihat di bidang agama.
Pada awal tahun 1830, pemimpin tentara Belandar, Jenderal de Kock bermaksud segera mengakhiri perang dengan mengadakan perdamaian. Namun dengan siasat licik, pangeran diponegoro ditangkap dan dibawa ke Batavia kemudian diasingkan ke manado.

C. Perang Aceh
Pada 26 Maret 1873, Belanda mengirimkan ekspedisi pertama ke Aceh. Ekspedisi tersebut terdiri dari 3.000 tentara di bawah pimpinan Jenderal J.H.R. Kohler dengan sasaran pertama Masjid Baiturrahman di ibu kota Aceh. Sultan Mahmud syah mencoba mencari bantuan dari negara seperti Prancis, Inggris, Amerika, dan  Turki tetapi gagal.
Ekspedisi kedua dikirim pada akhir tahun 1873. Ekspedisi ini merupakan yang terbesar di antara ekspedisi yang pernah dikirim oleh Belanda di wilayah Indonesia. Ekspedisi itu dibawah pimpinan Jendral van Swieten. Di bawah pimpinan teuku (bangsawan) dan tengku (ulama), rakyat aceh siap bertempur dengan semangat jihad. Pimpinan rakyat Aceh itu adalah: Teuku Cik di Tiro, Panglima Polim, Teuku Umar, dan istrinya, Cut Nyak Dien. Menghadapi keadaan itu Belanda cukup kewalahan sehingga mereka mendatangkan Dr. Christian snouck Hurgronje dan van Heutsz untuk menyelidiki kehidupan dan struktur masyarakat aceh.
Guna memecah belahkan rakyat aceh, Belanda pada akhirnya bersukutu dengan para uleebalang (setingkat bupati di Jawa) hingga berhasil mengakhiri perang pada tahun 1903.

D. Perang Bali
Pada tahun 1841, seorang utusan Belanda mengadakan perjanjian dengan raja-raja di Klungkung, Buleleng, Badung, dan Karangasem untuk mengakhiri hak tawan karang (Hak raja-raja di Bali untuk merampas kapal beserta isinya yang terdampar di pantai wilayah kerajaannya). Namun perjanjian itu tidak sesuai dengan harapan masing-masing pihak hingga pada akhirnya Belanda menyerang Bali. Serangan Belanda yang pertama gagal. Tapidalam serangan kedua, Belanda berhasil menguasai pusat pertahanan Kerajaan Buleleng. Pertempuran terjadi di Jagaraga, sebelah timur kota singaraja sehingga dikenal dengan nama Puputan jagaraga (puputan = perang). Namun pada akhirnya Buleleng di Bali pun dapat dikuasai oleh Belanda.

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

Posted On August 30, 2009

Filed under My own life, Sekolah

Comments Dropped leave a response

  1. Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

  1. VOC

VOC merupakan kongsi dagang Belanda yang mempunyai wilayah di Hindia Timur. Pengurusnya terdiri dari 6 orang yang disebut “Bewindhebbers der VOC”, ditambah 17 orang pengurus harian yang disebut Heeren XVII. VOC juga memiliki hak khusus yang diberikan parlemen Belanda:

-Membuat perjanjian dengan raja2 setempat

-Menyatakan perang dan perdamaian

-Membuat senjata & benteng

-Mencetak uang

-Mengangkat & memberhentikan pegawai

-Mengadili perkara

Pada tahun 1609, Pieter Both ditugaskan sebagai Gubernur Jendral VOC di Ambon. Misi utamanya adalah untuk memimpin VOC menghadapi persaingan dengan pedagang Eropa. Ketika Jan Pietersoon Coen diangkat sebagai gubernur jenderal, pusat kekuasaan dipindahkan ke Jayakarta. Selain melakukan monopoli, VOC juga menjalankan system pemerintahan tidak langsung (indirect rule). Tidak berlangsung lama, VOC akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. dengan factor-faktor berikut:

-Banyak pegawai VOC korupsi karena gajinya rendah

-VOC tidak mampu bersaing dengan inggris (EIC) dan Perancis (FIC)

-Walaupun rugi, pemegang saham tetap diberi dividen

-Perang Belanda melawan Inggris

-Jatuhnya kongsi dagang VOC di India & adanya kebebasan pelayaran Inggris ke Indonesia

2. Penjajahan Prancis-Belanda

    Di Eropa sedang dalam suasana Perang Koalisi satu (1792-1797). Belandapun kalah sehingga membuat rajanya, Willem V, meminta perlindungan dari Inggris. Napoleon Bonaparte, pemimpin Prancis kemudian menempatkan Louis Napoleon untuk memimpin Belanda. Louis kemudian mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda sejak 1808. Tugas utamanya adalah untuk mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Pada masa pemerintahannya, Daendels banyak mengeluarkan kebijakan kebijakan yang condong kepada kediktatoran. Contohnya, pembangunan jalan Raya Pos (Groete Postweg) antara Anyer-Panarukan. Pembangunan jalan raya itu melibatkan banyak tenaga dengan system rodi.

    Kekuasaan sewenang-wenang yang diterapkan Daendels membuatnya ditarik kembali agar citra Hindia Belanda tidak bertambah buruk. Tetapi penarikan Daendels membua dampak buruk. Belandapun berhasil dikuasai Inggris. Dengan demikian berakhirlah penjajahan Prancis-Belanda dengan ditandai oleh Kapitulasi Tuntang.

    3. Penjajahan Iggris

      Tahun 1811-1816, Indonesia berada di bawah kekuasaan Inggris. Thomas Stamford Raffles diangkat sebagai wakil gubernur di Jawa dan bawahannya. Tujuan utama pemerintahan Raffles adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu tindakannya yang popular adalah mencetuskan system sewa tanah (landrent). Hal tersebut tidak membebani rakyat, namun kondisi di Eropa membuat Thomas Stamford Raffles harus mengakhiri masa jabatannya di Indonesia. Perang koalisi berakhir dengan kekalahan Prancis. Negara-negara yang menjadi lawan Prancis mengambil keputusan bahwa sebagai benteng untuk menghadapi Prancis, Belanda harus kuat. Maka dari itu, dalam Traktat London tahun 1824, ditetapkan bahwa Indonesia dikembalikan kepada Belanda.

      4. Belanda

        Untuk menangani berbagai persoalan di Indonesia yang baru saja dikembalikan ke Inggris, pemerintah belanda mengirimkan sebuah komisi. Komisi tersebut terdiri dari Cornelis Th.Elout sebagai ketua, dan A.A. Buyskes dan van der Capellen sebagai anggota. Setelah komisi dibubarkan, van der Capellen diangkat sebagai gubernur jenderal. Dia melaksanakan pola konservatif, dalam arti menerapkan kebijakan monopoli seperti VOC:

        a. Masa Tanam Paksa

          Ketika van den Bosch menjabat sebagai gubernur jenderal, pada tahun 1830 dia menciptakan peraturan baru yang bernama ‘tanam paksa’ / cultuur stelsel. Tujuannya untuk mendapatkan untung guna menutup deficit keuangan negri Belanda. Kemudian, latar belakang dilakukannya Tanam paksa adalah:

          –          Defisit anggaran belanja negri belanda akibat Perang kemerdekaan Belgia dan perang diponegoro

          –          Keadaan di Jawa yang tidak menguntungkan saat itu

          –          Perdagangan dan perusahaan belanda mengalami kemunduran

          Pokok-pokok ketentuan Tanam paksa:

          –          Penduduk wajib menanami 1/5 tanahnya dengan tanaman yang ditentukan pemerintah

          –          Tanah tersebut dibebaskan dari pajak

          –          Tanah tersebut dikerjakan selama 1/5 tahun

          –          Risiko penanaman ada pada pemerintah

          –          Hasil tanaman yang diwajibkan harus diangkat sendiri ke pabrik dan mendapat ganti rugi

          –          Kelebihan hasil panen akan diganti oleh pemerintah

          –          Waktu yang digunakan untuk menanam tanaman wajib tidak melebihi waktu menanam padi

          Penyimpangan Tanam Paksa:

          –          Tanah yang ditanami lebih dari 1/5 lahan

          –          Tanah yang ditanami tanaman wajib masih terkena pajak

          –          Banyak  petugas yang curang, berusaha mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya

          –          Tanah yang ditanami tanaman wajib cenderung memilih tanah yang subur

          Akibat penyimpangan:

          1. Bagi Bangsa Indonesia

          –          Menimbulkan kesengsaraan

          –          Pemerintahan Belanda memberikan sanksi kepada petani yang meninggalkan tanahnya sehingga makin sengsara

          1. Bagi Belanda

          –          Memperoleh keuntungan yang sangat besar

          –          Timbul penentangan tanam paksa yang dicetuskan oleh golongan liberal dan golongan etis

          b.   Politik Liberal Kolonial

          Golongan liberal berhasil menguasai parlemen sehingga mereka mempunyai peluang untuk menciptakan undang-undang dasar guna membatasi kekuasaan raja. Pada tahun 1870 keluar undang-undang de Waal:

          1.  Undang-undang Gula yang menyebutkan bahwa penanaman tebu harus dilakukan oleh pengusaha swasta, tidak dengan system tanam paksa

          2. Undang-undang Agraria, isinya menerangkan bahwa gubernur jenderal dan rakyat dilarang menjual tanah kepada orang asing, tetapi dapat menyewakannya selama 75 tahun

          Ini merupakan awal yang baik walaupun dalam kenyataannya semuanya untuk kepentingan Pemerintahan Hindia Belanda.

          Ya, hanya sekedar memberi tau XP

          Posted On July 5, 2009

          Filed under My own life

          Comments Dropped leave a response

          Kayaknya nih blog bakal ku telantarin de…

          Ya, karena uda kebanyakan punya account dimana2. Cth: LJ, Blogspot, WordPress, Fc 2, dll~~

          Nyoo! Gak bakal keurus! Ya udah, kalo gitu tengkyu yaa daa

          Tegomass Lyric

          Posted On June 23, 2009

          Filed under Japan, JE, Music

          Comments Dropped leave a response

          Hey, everyone who view my blog! Please comment this blog if you viewing it okay? I see in my dashboard status that there are many people who don’t comment this blog~~ Hoo~~ I really really need that comment because it support me! You know, how many blog and much other ‘internet thing’ that i has to update? I still update this blog even i am tired! Please comment it okay?

          Thank’s a looooooooooooot!

          -Sunadokei-

          Oto no nai sayonara ni wa
          Setsunasa ga nijinde
          Kimi ga senaka wo muketa sono toki
          Namida ga kyuu ni koboreta

          Soshite toorinukerarenai
          Meiro no naka ni kimi wo sagasu

          Kokoro wa doko made itami wo seoeru darou?
          Sunadokei wa saigo no hitotsubu dake
          Mada sukoshi tameratteru

          Shinjiteta kimi to deai
          Koi wo shita kimochi wo
          Sore igai ni wa nanimo iranai
          Sore ga subete to omotteta

          Nazeka taisetsu ni omou hodo
          Kizu tsuketetari kizu tsuiteru

          Wasurete shimaeba donna ni raku nan darou?
          Sunadokei wa saigo no hitotsubu dake
          Mada sukoshi tamerau kedo

          Kokoro wa doko made itami wo seoeru darou?
          Sunadokei wa saigo no hitotsubu dake
          Mada sukoshi tamerau kedo

          Wasurete shimaeba donna ni raku nan darou?
          Sunadokei wa saigo no hitotsubu dake
          Mada sukoshi tameratteru

          Itsu mademo tameratteru

          Arti

          The soundless goodbye
          Was blurred by pain
          When you turned your back
          Tears suddenly spilled over

          Then I search for you
          In a maze I can’t escape

          How much pain can one heart bear?
          The hourglass falters
          On the last grain of sand

          I believed in our meeting
          And in the love I felt
          I don’t need anything else
          I thought that was everything

          For some reason the more I love you
          The more I hurt you, and you hurt me

          How much easier would it be if I could forget?
          The hourglass falters
          On the last grain of sand, but…

          How much pain can one heart bear?
          The hourglass falters
          On the last grain of sand, but…

          How much easier would it be if I could forget?
          The hourglass falters
          On the last grain of sand

          It’s always faltering

          -Bokura No Uta-

          kuchizusamu yo fui ni ima mo
          ano hi kimi to utatta uta wo
          doko ni itatte itsumademo
          kore haato songu bokura no uta

          narenai koe chikatetsu ni tomadotteru
          shikakui sora mada nan to ka yatte iru yo

          hanaseru hito sukoshi wa iru yo dakedo

          kuchizusamu yo fui ni ima mo
          ano hi kimi to utatta uta wo
          doko ni itatte itsumademo
          kore haato songu bokura no uta

          tatta hitotsu biru no tanima ni hikaru
          ano goro mita hoshizora kara mayotteru

          “genki kai?” to hanashi kakeru dakedo

          wasurenai yo donna toki mo
          ano hi kimi to watta koto wo
          namida afurete sora miage
          utau haato songu bokura no uta
          bokura no uta

          mukai kaze tsuyoi chikara ni makenaiyou utau yo

          bokura no uta
          kuchizusamu yo fui ni ima mo
          ano hi kimi to utatta uta wo
          doko ni itatte itsumademo
          kore haato songu bokura no uta

          wasurenai yo donna toki mo
          ano hi kimi to watta koto wo
          namida afurete sora miage
          utau haato songu bokura no uta

          arti:

          Even now, i’d still hum it suddenly
          That song I sang on that day with you
          It’ll be with me wherever I go
          This is a HEART SONG, Our Song

          Confused by an unfamiliar voice on the subway
          That square sky still seems to be there

          There are still people talking about, but

          Even now, i’d still hum it suddenly
          That song I sang on that day with you
          It’ll be with me wherever I go
          This is a HEART SONG, Our Song

          We were the only ones who shone in the building’s chasm
          We got lost in the starry sky we saw from that time

          I wanted to ask you “How are you feeling?” but

          I will never forget that time
          The number of times I laughed alongside you that day
          the tears that overflowed, the sky we looked up at
          We’ll sing a HEART SONG, our song.

          Put more strength in facing the wind, we’ll sing without losing

          Our Song
          Even now, i’d still hum it suddenly
          That song I sang on that day with you
          It’ll be with me wherever I go
          This is a HEART SONG, Our Song

          I will never forget that time
          The number of times I laughed alongside you that day
          the tears that overflowed, the sky we looked up at
          We’ll sing a HEART SONG, our song.

          -Kimi+Boku=Love?-
          kimi no koto dou omouka? tte sa
          betsu ni kirai ja nai nante ittara
          moshikashite naiteru? ara
          kawaii kamoshirenai

          hashiri sarou toshita te wo nigittara
          mune no oku no nanika kyuu ni sawaru dashita

          renn ai no kyoukasho ga areba ii na
          wakaranai mondai ga arisugite
          renn ai no sensei ga ireba ii na
          kimi + boku = love ni narimasuka?

          suki na ko wa inai no ka? tte sa
          akarui ko ga ii na? nante ittara
          ippai no egao de, ara
          mabushii kamoshirenai

          me wo tojiru tabi kimi ga ukande
          mune no oku de nanika motto sawagi dashita

          renn ai no kyoukasho ga areba iina
          hitoichibai donkan na boku dakara
          renn ai no sensei ga ireba iina
          1 + 1 = love ni naru kana?

          renn ai no kyoukasho ga areba iina
          wakaranai mondai ga arisugite
          renn ai no sensei ga ireba ii na
          kimi + boku = love ni naru kana?

          renn ai no kyoukasho ga areba iina
          hitoichibai donkan na boku dakara
          renn ai no sensei ga ireba iina
          1 + 1 = love ni naru kana?
          kimi + boku = love ni narimasuka?

          arti:

          What do I think about you, you ask?
          I’d say, “I don’t hate you or anything”
          Hey, have you been crying? Umm…
          I guess you can be kind of cute.

          As you begin to run away, I grab your hand
          and there’s a sudden stirring in my heart

          Wouldn’t it be nice if there was a textbook on love?
          There are so many problems that I don’t understand.
          Wouldn’t it be nice if there was a love teacher?
          Does You + Me = Love?

          “Is there a girl you like?” you ask
          I’d say “Cheerful girls are nice, right?”
          And with big smiles, oh,
          You could be dazzling too.

          In my mind’s eye, you come to mind
          and again my heart begins to stir

          Wouldn’t it be nice if there was a textbook on love?
          Because I’m a lot more dense than most people.
          Wouldn’t it be nice if there was a love teacher?
          Doesn’t 1 + 1 = Love?

          Wouldn’t it be nice if there was a textbook on love?
          There are so many problems that I don’t understand.
          Wouldn’t it be nice if there was a love teacher?
          Could You + Me = Love?

          Wouldn’t it be nice if there was a textbook on love?
          Because I’m a lot more dense than most people.
          Wouldn’t it be nice if there was a love teacher?
          Doesn’t 1 + 1 = Love?
          Couldn’t You + Me = Love?

          Rescue – KAT-TUN Lyric (With English)

          Posted On June 18, 2009

          Filed under Japan, JE, Music

          Comments Dropped leave a response

          Hey, everyone who view my blog! Please comment this blog if you viewing it okay? I see in my dashboard status that there are many people who don’t comment this blog even they read it all~~ Hoo~~ I really really need that comment because it support me! You know, how many blog and much other ‘internet thing’ that i has to update? I still update this blog even i am tired! Please comment it okay? Argatoou ^o^

          Rescue

          Ya’ll ready? Listen up!
          I’m not scared,
          Until my heartbeat’s gone,
          I’ll rescue you.

          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone

          We’ll survive

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone

          Dareka no tame ni nante
          Ikirenai to omotta

          Konna itoshikute
          Taisetsu na mono wo

          Hajimete mitsuketa

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone

          I don’t wanna cry alone

          Donna wazuka demo
          Kimi no koe kikoeru

          Fuan de kiesouni
          Yami ga semattemo

          Koko ni irukara

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone

          U wanna help me? Naraba Call my name
          Ikiru imi kakete Ha! Ha! Ha! Big up!
          Rescue U Kimi wa mou jiyuu dakara tsutaeru U don’t cry alone (too)
          Tsurai daro? (Iu) High & Low (You)
          Walk my road (Chuu) Go & Go
          Nanika attaraba Runnin’ Up 4 U
          Kimi ga iru dake de High ni naru to iu

          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running

          Call my name…

          (Ladies & gentlemens, it’s my beatbox)

          Mamoritai kono egao wo

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone

          English:

          Ya’ll ready? Listen up!
          I’m not scared,
          Until my heartbeat’s gone,
          I’ll rescue you.

          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone

          We’ll survive

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone

          I didn’t think I would live for someone’s sake
          Something this lovable and precious
          I found it for the first time

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone

          I don’t wanna cry alone

          I can hear your voice from the slightest crack
          I’m worried it may go away even as the darkness draws near
          Because you are here

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone

          U wanna help me? Then call my name
          Risk the meaning of life Ha! Ha! Ha! Big up!
          Rescue U, you are already free, so I’ll tell you, U don’t cry alone (too)
          It’s tough? (you say) High & Low (You)
          Walk my road (the middle) Go & Go
          If something happens, I’ll be runnin’ up 4 U
          You could say just having you here makes me high

          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running
          Running up, I’m running

          call my name…

          (Ladies & gentlemens, it’s my beatbox)

          I want to guard your smiling face

          So much…

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light
          Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone
          Help me out Search my light Please take me back home

          I don’t wanna cry alone
          Into blaze Lost in maze
          Someone call my name

          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone
          I don’t wanna cry alone

          Yamada, Chinen, Handphone Theme/Wallpaper -__-

          Posted On June 13, 2009

          Filed under Japan, JE

          Comments Dropped leave a response

          AAAAH!! What a boring holiday~~ Nee, i just want to share~

          Yesshh, yama-chii theme and wallpaper~

          Yama-chii wallpaper (:  http://www.ownskin.com/gif_detail?t=1B244N1M

          Chinen Theme (Sony Ericsson): http://www.ownskin.com/theme_detail?t=6L3ffF48

          (Not Good) Yama-chan Theme ( Sony Ericsson) :  http://www.ownskin.com/theme_detail?t=I24thV25

          Charger HP sama Mouse komputer rusak lagi

          Posted On June 12, 2009

          Filed under My own life

          Comments Dropped leave a response

          Jah, kayaknya aku suka banget ngerusakin barang-barang elektronik disekitarku. Itupun gak sengaja dan nyesel abis. Bahkan, kadang-kadang aku gak ngapa-ngapain tiba-tiba rusak -_-… Bagi yang suka nonton/baca Eyeshield 21, aku bukan shin ya!!

          Dulu aku pernah gak sengaja rusakin MP4. Headseat-ku udah rusak sampe 5 kali… Charger HP ini rusak lagi yang ke dua kali. Mouse komputer juga sampe rusak padahal gak dibanting2 ato diteken… Sampe2, kipas angin (yang bukan di langit-langit ya), rusak juga abis aku pake! Jah, nyonyon betul!! APA SALAHKU COBAAA!!??

          Alamat Johnny’s Entertainment (Buat ngirim Fanletter semacemnya)

          Posted On June 5, 2009

          Filed under Japan, JE

          Comments Dropped leave a response

          Terus, karena di status wordpress ini, di bagian top search nya itu alamat JE, yah kukasih aja… Kan kasian buat orng yang nyari2 (wkakak, jangan di tanggepin yaa, bcanda >o<)

          Ni:

          Shibuya 1-10-10 Miyamasu Tower B1F
          Shibuya ku, 150-8550
          Tokyo, Jepang

          Note: Mereka cuma nerima surat loh! -_

          Kehidupan Ekskul Komputer + Johnny Entertainment ~6~

          Posted On June 3, 2009

          Filed under Cerita, Japan, JE

          Comments Dropped leave a response

          Week 3 : Hey! Say! JUMP
          (Ending)

          Hashiri dase hashiri dase, asu wo mukae ni ikou
          Kimi dake no oto wo kikasete yo zenbu kanji teru yo
          Tomenaide tomenaide, ima wo ugokasu kimochi
          Don nani chiisana tsubomi demo, Hitotsu dake no Happiness

          Start running, start running, let’s go and welcome tomorrow
          Let me hear your sound, I feel it all
          Don’t stop, don’t stop, these feelings move me now
          No matter how small the bud may be, it is just one Happiness
          ~Happiness – Arashi~

          Deguchi no nai roji samayoi zetsubou shiteta
          “Yesterdays yori today!”
          Ima kara hajimaru story
          Boroboro ni kizu tsuite kono machi de takaramono sagasou

          I wandered in despair down an alley without an exit
          “Today rather than yesterday!”
          The story’s just beginning
          Worn out and wounded, I’ll search for a treasure in this town
          ~Freedom – KAT-TUN~

          Kiseki nara shiinji temo iru hazu
          dame ra iwo ukisutero usoranai de
          nemurenai yoru kuchisu samuuta
          Ashita ni muka ate sora wo miru

          If there was a miracle, though I believe it must be great
          Flick off that hesitation, don’t fear.
          The sleepless nights, singing songs to yourself
          Facing tomorrow, look at the sky
          ~Chance to Change – Hey! Say! JUMP~

          “Kochi!” Seru Kazuya kepada kelima orang anak SMP dan seorang gurunya yang sedang mencari keberadaan 21 orang JE.
          “Ah, ohayou!” Sapa Yoru. (Yoru berkata ohayou / selamat pagi, karena hari ini beda dari biasanya. Hari itu ceritanya hari libur, jadi mereka memulai acara lebih pagi dan lebih lama karena itu waktu terakhir mereka bertemu).
          “Sepertinya akan ramai berjalan-jalan dengan gerombolan 27 orang.” Gurau Sora.
          “27? Ada 28 kok.” Sela Yuuri sambil menghitung satu-satu orang yang berada disitu.
          “27 seharusnya! KAT-TUN 6, arashi 5, Hey! Say! JUMP 10, totalnya 21, ditambah 6 orang jadi 27!” Elak Sora ngotot.
          “28 Kinoshita-san… Hari ini ada guest lagi dari Johnny’s Jr. yaitu Kyomoto Taiga-kun.” Beritahu Sho sambil memutar kepala Sora agar dapat melihat seorang laki-laki yang ultahnya sama persis seperti Yoru dan lebih tua satu tahun darinya.
          “Ta, taiga!?” Seru Sora tidak percaya. Yah, memang JR. yang paling ia sukai adalah taiga sehingga reaksinya paling heboh saat bertemu dengan Taiga.
          “Moshi-moshi!” Sapa Taiga sambil tersenyum ramah.
          “Taiga yang ayahnya punya hubungan darah dengan artis Koike Teppei-nya WaT!? Ayahmu juga seorang penyanyi serta aktorkan, Kyomoto Masaki!? Johnny’s Jr. yang di scout waktu sedang berlibur di Hawaii!? Yang ultahnya tanggal 3 Desember sama seperti Yoru!? Yang satu sekolah sama Uekusa Yuta!? Terus Yuta itu sahabat dekatmu!? Yang waktu kelas satu pernah jatoh ke kolam ikan sama Yuta!? Yang waktu akhir kelas 7, kamu dapet first place dari voting ‘siapa yang paling cocok memakai pakaian perempuan’ !? Yang nggak suka nelphone sampai-sampai nggak hafal nomor rumah sendiri!? Yang jarang, atau mungkin nggak pernah ke salon karena selalu ayahmu yang memotong rambutmu!? Yang masuk ke JE tanggal 4 may 2006!? Yang ngefans sama Akanishi Jin!? Yang main di Takizawa Enbujou!? Yang suka tomat!? Yang uka inggris tapi gak suka matematika!? Yang…” Sora langsung terdiam begitu menyadari kalau ke 27 orang disekelilingnya menatapnya dengan pandangan aneh. “Sumimasen” Bisiknya pelan sambil membungkuk malu.
          “Sama aja kayak Yoru walaupun lebih parah.” Komentar Tsuki yang kemudian segera mengobrol dengan Ryutarou, tidak memedulikan hal itu lagi.
          “Acara kali ini adalah jalan-jalan sampai sore hari, kemudian pergi ke gedung tempat kita semua pertama kali bertemu untuk upacara penutupan.” Jelas Satoshi sebagai pemimpin dari group yang paling senior dari ketiga group boy band, Arashi.
          “Pertama kita pergi ke taman bermain yuk!” Usul Kouta yang tersenyum lebar sambil menunjukkan 28 tiket ke taman bermain yang diberikan gratis oleh Johnny Kitagawa (khayalannya mulai kemana-mana nih, mana mau Johnny ngasih banyak barang ke mereka Cuma buat balasan terimakasih untuk memperbolehkan lihat kehidupan eks. Komp? (hehe, maaf kitagawa-san XP)).
          “Roller coaster!” Seru Nino sehingga saat mereka baru memasuki taman bermain itu, mereka langsung pergi ke roller coaster. *Pergi naik Roller Coaster*
          “Komedi putar!” Ajak Yuto dan Daiki bersamaan walaupun ditolak mati-matian oleh beberapa anggota JE yang tidak mau. *Naik Komedi Putar*
          “Arena tembak!” Usul Jin dan aiba (yang menyebabkan adu mulut antara sora dan Tsuki). *Ke arena tembak*
          “Makan!” Ujar Ryosuke yang membingungkan semuanya. *Makan di restorant yang berada dalam taman bermain*
          “Souvenir!!” Teriak Hikaru untuk terakhir kalinya. *Pergi ke tempat souvenir taman bermain*.
          Setelah bersenang-senang di taman bermain, mereka pergi berjalan-jalan ke shibuya kemudian ke ginza (<- Kami-sama! Ginza wewww setelah ke shibuya! seberapa kayanya-kah mereka?) sambil belanja-belanja nggak jelas dan mengobrol panjang lebar selama berjalan kaki.
          Kemudian, mereka semua berpindah ke kebun dan taman alam Rikugien untuk menikmati keindahan (sok keindahan -__-) dan ketenangan sambil beristirahat karena kecapekan berjalan-jalan dan bermain.
          Terakhir kali mereka sempat mengunjungi Ghibli Museum, musium di studio film animasi ghibli yang terkenal, saat menjelang sore sebelum mereka pergi ke gedung tempat acara penutupan.
          “Menyenangkan dan melelahkan~” Gumam kelima anggota ekskul komputer seraya duduk di kursi yang dibuat melingkar lagi sama seperti saat hari pertama mereka semua bertemu.
          “Acara penutupan pertama, kata sambutan dari Kitagawa-san.” Ucap Taiga sebagai MC di tengah-tengah acara bersantai sambil duduk tenang itu. “Dozo.”
          28 orang itu bertepuk tangan yang meriah dahulu baru Johnny membacakan apa yang ada di kertas yang ia pegang, “Terima kasih kepada Arai Sensei, Kinoshita Sora, Tsujikawa Yoru, Kitahara Tsuki, Sanada Asa, dan Takamiya Hoshi atas kerja samanya selama 6 hari, 3 minggu ini. Terima kasih karena sudah mau meluangkan waktu untuk Ohno Satoshi, Matsumoto Jun, Sakurai Sho, Aiba Masaki, Ninomiya Kazunari, Arashi, Nakayam Yuma. Lalu dengan Kamenashi Kazuya, Akanishi Jin, Taguchi Junnosuke, Tanaka Kouki, Ueda Tatsuya, Nakamaru Yuuichi, KAT-TUN, Yamashita Shoon, Yamashita Reon. Dan dengan Takaki Yuya, Yabu Kouta, Inoo Kei, Yaotome Hikaru, Arioka Daiki, Okamoto Keito, Yamada Ryosuke, Nakajima Yuto, Chinen Yuuri, Morimoto Ryutarou, Hey! Say! JUMP, dan Kyomoto Taiga.”
          “Dibacain satu-satu namanya.” Bisik Tsuki kepada kedua temannya di sela-sela pidato Johnny dengan kagum (?) karena Johnny nggak capek bacain satu-satu namanya.
          “Terima kasih juga sudah membiarkan mereka semua melihat kegiatan ekskul komputer kalian serta mengurus mereka.” Lanjut Johnny sambil menarik napas sebentar, “Saya, Johnny H. Kitagawa juga sangat berterima kasih. Mungkin hanya sedikit saja kata pembukaan ini karena saya masih ada kerjaan, maka, acara penutupan inipun resmi dilaksanakan.” Lalu Johnnypun pergi setelah pidato (nggak tahu kemana).
          “Kedua, kita akan saling bersalaman dan mengucapkan salam perpisahan dahulu baru Kinoshita, Tsujikawa, Kitahara, Sanada, Takamiya, dan Arai Sensei boleh pulang.” Kata Taiga lagi yang kemudian menaruh mic-nya dan ikut dalam barisan untuk salaman juga.
          Mereka semua bersalaman satu-satu dari group arashi sampai ke group Hey! Say! JUMP serta Taiga. Baru, setelah itu, mereka semua yang sudah puas bersalaman dan berbincang-bincang terakhir pergi menaiki mobil arai sensei untuk pulang ke rumah dan menjalankan kehidupan normal mereka. Ekskul tanpa anggota Johnny’s-johnny’san lagi. Mereka tentunya merindukan saat-saat menyenangkan, aneh, dan sedikit membuat stress itu setelah kepergian mereka semua. Namun, mereka tidak bersedih atau segala macemnya (mulai deh kata2 formalnya berubah lagi XD) karena mereka sudah cukup senang mendapati para Johnny’s berkunjung untuk beberapa minggu itu.
          Kenangan (mulai formal lagi) itu semua akan terus diingat agar tidak sia-sia begitu saja oleh kelima anak SMP itu serta guru komputernya.

          ~Owari~

          Note: YATTTTTTA!!! SELESAI!! SELESAI!! Terima kasih kepada Yoru dan Tsuki yang asli karena mendukung pembuatan fanfic main-main ini (sebenernya bukan mendukung, tapi maksa ngelanjutin >__<). Terus, maaf bila banyak kesalahan di fanfic ini serta kata-kata nggak jelas, nggak nyambung, cerita yang aneh, dan yang lainnya!! SELESAAAAAAAAAAAAAAAAAAAIIII!! Akhirnya bisa ngerjain cerita laiiiin!! PS: Sebenernya nih fanfic dah selese dari bulan maret 2009, tapi kupost-in satu satu week-nya supaya panjang!! Kan jadi kayak berseri gitu! Daripada kupost-in semuanya langsung kayak yang ‘Hey! Say! 7 day’s life~
          Arigatou untuk semuanya juga^^ Mungkin aku bakal buat fanfic lainnya dan di taro di blog wordpress ini (nggak yakin, soalnya fanfic lainnya pasti nggak bakal di taro di blog wordpress -__-). Haha, emang sih, pasti males banget buat bikin fanfic tipe macem ini lagi, jadi… Ya… mungkin ini fanfic ke dua dan yang terakhir buat di taro di blog wordpressnya Haradachi~ Lagian nggak ada yang suka banget atau pedulikan? Mungkin yang peduli Cuma Tsuki sama Yoru doang, udah begitu abis selesai baca, ngomongin terus selama sehari, besoknya pasti lupa deh T_T…
          Ne, JYAAAAAAAA~~

          Kehidupan Ekskul Komputer + Johnny Entertainment ~5~

          Posted On June 3, 2009

          Filed under Cerita, Japan, JE

          Comments Dropped leave a response

          Week 3 : Hey! Say! JUMP
          (End + Akhirnyaa!!)

          Note: Huah, akhirnya sampe juga ke bagian Heisei!!! Kalau dilihat-lihat, aku buatnya dari yang paling nggak niat. Ini juga heiseinya ditaro di akhir biar masih ada semangat buat lanjutin fanfic (walaupun beberapa semangatnya berasal dari ancaman Yoru -__-). Awalnya sih aku kira bakal lebih niat bikin KAT-TUN (walaupun nih week heisei juga sama-sama nggak sepenuhnya niat), karena kadang-kadang aku berpikir lebih suka Jin (ternyata menurut pendapat nee-san, n temen2, aku katanya lebih suka Chii -__-). Oh ya, mungkin ceritanya rada berbeda dan ada beberapa anggota Heisei yang nggak sering ngomong (stress ntar bikin percakapan kebanyakan orang (walaupun di fanfic heisei lain lebih banyak orangnya)). Ok!!! Week ini week terakhir!! Habis fanfic ini selesai aku bisa lanjutin fanfic lain serta cerita lain yang nganggur gara2 fanfic ini (padahal nggak ada ide sama sekali tapi dipaksa lanjutin XP). YOSSSHHHH!! Ganbarimaaaaaaaaaasssssssss!! AKHIRNYA NANTI AKU BISA LANJUTIN CERITA LAIIIIIN!!! *Menangis bahagia*

          Hashiri dase… Hashiri dase… (Ini bukan lagu Happiness-nya Arashi!!). Yah, kalau diartiin berarti, mulai berlari… mulai berlari… Memang keadaan ketiga gadis itu sekarang sedang berlari dengan penuuuuuuuuuuuuuuuuuh semangat. Mungkin lari paling semangat dari lari-lari mereka awalnya menuju ruang komputer. Kalau ditebak-tebak kenapa bisa jadi begini pasti jawabannya karena minggu ini adalah minggu Hey! Say! JUMP. Walaupun Sora ngaku lebih suka Jin, tapi kenyataannya dia lebih suka Chinen (Yuuri), dan hal yang membuat ketiga gadis itu lebih bersemangat larinya karena Tsuki juga sukaaaa banget sama Ryutarou, dan Yoru yang alim-alim, diem (kadang nusuk dan sadis), bertampang polos itu sebenernya juga udah booking Keito-nya Heisei.
          “HEEEEEEEEEEEEEEEEYYYYYYYYYYSSSSSSSSSSSSSSAAAAAAAAAAYYYYYYY!” Teriak Tsuki nggak nyantai selama berlari menaiki tangga SD yang sudah kosong karena anak-anak SD-nya udah pada pulang (emang nyeremin sih pas pergi ke ruang komputernya karena sepi dan di lantai tiga :x).
          “Chii!! Eh, heisei!” Seru Sora ikut-ikutan.
          “Keito.” Kata Yoru pelan dan tidak senapsu kedua temannya itu.
          “Eh, itu para gerombolan pencinta John-“ Asa dan Hoshi yang baru mau berbicara dan berada di depan ketiga gadis itu (menuju ruang komputer) langsung ditabrak ketiga gadis itu tanpa ampun dan dibiarkan jatuh terduduk begitu saja.
          Mereka bertigapun langsung berhenti tepat di depan pintu ruang komputer yang tertutup untuk merapihkan baju kemudian baru membuka pintu ruang komputer dan melihat 10 anggota Heisei (grupnya kayaknya anggotanya makin nambah aja jumlahnya).
          “Yuyan!” Teriak Sora mendekati Yuya yang langsung dipandangi kedua temannya dengan mata melotot tidak percaya. Berani banget tuh anak langsung deketin Yuya dan memanggilnya dengan nama kecil, bahkan nama panggilan akrab pula!! Ntar malah bisa dikira ia bukan fansnya Chii tetapi fansnya Yuya!!
          “Imouto!” Jawab Yuya sambil tersenyum hangat kepada Sora yang berlari seperti anak kecil kearahnya (yang membuat yang lainnya makin terbelalak mendengar tanggapannya).
          “I… Mouto!?” (Adik perempuan) Ulang Tsuki, tidak percaya akan pendengarannya.
          “Yuyan nii, ogenki desu ka??” Tanya Sora dengan tambahan “Nii” (kakak laki-laki) setelah kata Yuyan itu.
          “Un! Genki desu yo.” Jawab Yuya sambil menepuk-nepuk kepala ‘adiknya’ itu.
          “Yuyan… Sejak kapan dia menjadi adikmu.” Bisik Chinen (Yuuri, eh, walaupun di fanfic lain biasanya aku manggil Chii itu Yuuri, tapi disini nulisnya Chinen aja yah?).
          “Takaki-kun dan Kinoshita-san sudah menjadi kakak adik sejak kemarin-kemarin Chinen-kun, kamu tidak sadar?” Beritahu Kouta.
          “Aku aja nggak tahu.” Timpal Daiki yang merasa kesal disamakan dengan Chinen yang saat itu ketinggalan info-info terbaru (halah!!).
          “Nee, aku memang sudah tahu mereka sudah beberapa lama bermain adik kakak-an, tetapi aku tidak tahu kalau Kinoshita-san memanggilnya dengan sebutan Yuyan.” Sela Keito yang membuat yang lainnya malah ikut-ikutan komentar panjang.
          “Wah, jadi rumit nih gara-gara Sora.” Bisik Yoru sambil berdecak.
          “Hoah! Makin banyak orang yang dateng.” Kata Asa yang baru masuk ruang komputer bersama Hoshi (setelah ditabrak ketiga gadis itu) dan membuat para Heisei akhirnya berhenti mengomentari soal kakak adik tidak jelas itu.
          “Morimoto-kun… Aku… Namaku…” Tsuki malah sudah pergi kedekat Ryutarou tanpa sepengetahuan yang lain untuk memperkenalkan diri.
          “Kitahara-san!”
          “Tsuki!” Teriak Hoshi dan Yoru bersamaan yang dengan sendirinya memberitahukan nama Tsuki sebelum ia sempat menyelesaikan perkenalnnya itu.
          “Nani!?” (apa) jawab Tsuki kesal karena diganggu.
          “Nggak, Cuma mau manggil.” Jawab Yoru dan Hoshi yang kembali keurusan masing-masing (dan membuat Tsuki makin kesal).
          “YAMA-CHAN!” Teriak Yuto dan Hikaru bersamaan sambil menepuk bahu Ryosuke yang sedang bengong hingga melompat kaget (Yamada Ryosuke… Yama-chan!!).
          “Apa-apaan sih!?” Seru Ryosuke marah yang kemudian langsung pergi ke dekat Kouta biar nggak diganggu (maaf, jadi buat cerita dan penjelasan tentang beberapa kegiatan aneh karena kebanyakan orang -_-). Dan berlanjutlah keberisikan yang sangat, amat, di ruang komputer karena grup Hey! Say! JUMP paling banyak anggotanya, terus karena grup yang masih kecil-kecil (arashi dan KAT-TUN kan 20-an), dan lebih parahnya, mereka sama stressnya dengan anggota ekskul komputer… Mungkin lebih kali ya?
          “Okamoto-kun, eto… Kamu bisa bahasa inggriskan?” Tanya Yoru berpura-pura tidak tahu padahal dia hampir tahu semua informasi tentang Keito (walaupun nggak yakin melebihi Sora yang terlalu freak sama heisei).
          “Un.” Jawab keito singkat (karena dia yang paling polos, suci, innocent, baik, dll (ga yakin >_<)).
          “Lalu, kamu waktu kecil tinggal di Englandkan? Ayahmu Okamoto Kenichi, artis jugakan? Ibumu model yang bernama Nishi Katsue-kan? Lalu kamu pernah pergi kemana-mana bukan? Kamu satu-satunya yang paling lancar bahasa inggrisnya diantara heiseikan?” Tanya Yoru berturut-turut yang lebih tepat dibilang memberitahukan informasi tentang Keito ke yang lain (bangga nih ceritanya?).
          “Jawaban semuanya adalah ‘Un’ besar Tsujikawa-san!” Jawab Kei menggantikan Keito yang kebingungan.
          “Nee, karena mungkin kita grup yang beranggota paling banyak, aku takut kalau kalian tidak bisa membedakan kami dan lupa namanya. Jadi bagaimana kalau kita memperkenalkan diri kita satu-satu lagi?” Usul Kouta, orang tertua di Hey! Say! JUMP.
          “Ide bagus.” Jawab Asa dan Hoshi yang menganggap mereka semua sama (berbeda dengan Sora yang dapat membedakan semuanya, Tsuki yang tahu beberapa, dan Yoru yang tahu beberapa juga tapi nggak peduli).
          “Pertama, diriku sendiri, Yabu Kouta.” Beritahu Kouta, yang berwajah paling dewasa (emang paling tua) dan berambut cokelat.
          “Ore wa Takaki Yuya!” Lanjut Yuya yang berambut panjang sebahu berwarna cokelat juga.
          “Kalau aku Yaotome Hikaru. Jangan salah menyebutkan Yaotome dengan Otome.” Kata Hikaru bermaksud melucu diakhirnya tetapi tidak ada yang mengerti.
          “Ore wa Inoo Kei desu.” Tambah Kei.
          “Aku Arioka Daiki, yang termuda diantara 5 Hey! Say! BEST.” Kata Daiki, yang memang terlihat paling muda diantara 5 orang itu dan yang paling pendek (yah, setipe Ryosuke gitu deh pendeknya… Walaupun nggak separah Chinen >o<).
          “Lalu aku Okamoto Keito, yang tertua di Hey! Say! 7.” Kata Keito, sang English boy.
          “Aku Nakajima Yuto!” Seru Yuto, yang bertubuh tinggi.
          “Ore… Yamade Ryosuke, yoroshiku.” Kata Ryosuke.
          “Aku! Aku! Ore wa Chinen Yuuri!” Seru Chinen sama-sama bersemangat seperti Yuto (dua orang yang paling enerjik di Hey! Say! 7 kali…).
          “Aku yang termuda disini, Morimoto Ryutarou.” Kata Ryutarou yang termuda tetapi bersuara paling rendah, dan lebih tinggi dari Chinen.
          “Boku wa Arai sensei desu.” Sela Arai Sensei yang baru datang, yang membuat seluruh anggota Heisei langsung duduk rapih dan menyapa Arai Sensei dengan sopan.
          “Kalian grup Johnny’s terakhir yang datang ya.” Gumam Arai Sensei yang sudah membayangkan hari yang tenang untuk minggu-minggu setelahnya.
          “Senseeeiii, sekarang kita belajar apa?” Tanya Sora. “Tidak google sketch up lagikan!?” Tambah Sora berjaga-jaga.
          “Tidak kok, karena ini grup terakhir Johnny’s yang datang, maka kali ini kita akan refreshing dan bermain terus! Sensei baru saja membeli CD game online ini dan menginstallnya kemarin.” Kata Arai sensei sambil menunjukkan CD Ragnarok (wew) dengan episode terbaru (lupa apa karena udah pensi lama banget -__-).
          “Setelah hari ini sensei akan uninstal game ini supaya tidak bisa dipakai murid lain.” Tambah Arai Sensei sambil memicingkan matanya saat memandang Asa dan Hoshi yang sudah terlihat niatnya.
          “Ada yang pernah bermain ini disini?” Tanya Arai sensei yang mendapat respon gelengan dari hampir seluruh yang ada disitu kecuali dua orang cowok itu.
          “Kita belum pernah ada yang bermain ituu.” Kata Sora sambil memasang tampang innocent, kemudian berbalik menghadap Yuya, “Ne, Yuyan nii?”
          “Eh? Un.” Jawab Yuya jujur.
          “Kalian bisa menempati komputer yang berada disitu, sampai disitu yang sudah di instal game ini.” Jelas Arai sensei sambil menunjuk satu-satu komputer yang bisa dipakai.
          “Aku samping Morimoto-kun!” Bisik Tsuki nekat kepada Kouta yang tidak jadi duduk di samping Ryutarou karena takut.
          “Aku samping Yuyan/ Yuyan nii!” Seru Sora dan Chinen bersamaan yang membuat kedua orang (pendek -__-) itu saling bertatapan dengan pandangan rival.
          “Aku duluan bersama nii-san!” Seru Sora yang sudah tidak memedulikan rasa fansnya kepada Chinen (kalau ini asli terjadi pasti pengarangnya bakal ngalah sama Chii XD).
          “Yuyan itu temanku!! Dia juga Onii-sanku!! Aku duluan yang bermain adik-adikan dengan Yuyan!” Balas Chinen tidak mau kalah (yah, dua orang yang paling kekanak-kanakan itu terus berantem deh).
          “Sudah-sudah Chii, Kinoshita-chan, kalian bisa duduk di kanan dan kiriku.” Kata Yuya akhirnya yang berusaha menghentikan perkelahian ini.
          “Yoru, duduk sampingku!” Ajak Sora. Yoru tentunya langsung duduk di tempat duduk yang diusulkan Sora itu karena di samping kanan tempat duduk itu ada Keito.
          “Yah, Arai sensei tidak mengerti game ini sehingga kalau ada pertanyaan tanyakan kepada Asa dan Hoshi saja ya. Arai Sensei juga akan meninggalkan kalian sebentar karena ada urusan lain.” Ujar Arai sensei yang kemudian pergi meninggalkan ruang komputer yang kembali gaduh.
          “Pertama, buat ID dulu dengan masuk ke http://www.ragnarok.co.jp .”  (ngasal webnya) Jelas Asa yang menjadi petunjuk bagi mereka hari itu.
          “Kalau sudah membuat, hafalkan ID, Pass, dan kode pribadi atau e-mail untuk menghapus karakter bila salah buat.” Jelas Hoshi gantian.
          “Eh, kinoshita, bantu juga napa sih.” Bisik Asa yang menyadari kalau Sora sok-sok nggak tahu dan ngeliat ke komputer Yuya terus.
          “Aku nggak ngerti ini game apaa.” Jawab Sora dengan tampang innocent yang kemudian kembali bermain dengan Yuya.
          “Uso.” Ucap Yoru pelan kemudian berusaha membantu Keito menjalankan “Novice”-nya untuk berbicara dengan para NPC selama di pelatihan Novice.
          “Ryu-ja nai, Morimoto-kun ngerti?” Tanya Tsuki yang juga mau membantu Ryutarou padahal dirinya sendiri nggak ngerti cara mainnya dan Cuma pernah main sekali, itupun Cuma mainin Novice yang akhirnya dijadiin archer sama Sora.
          “Ngerti! Aku suka main game dan game online sih, jadinya walau baru pertama kali main, aku suka mencoba-cobanya!” Jawab Ryutarou yang malah lebih mengerti game itu daripada Tsuki (Aib warning: masa’ si Tsuki, buat jalanin karakternya doang nggak ngerti :P).
          “Semuanya langsung ke payon ya, aku GB-in.” Kata Asa setelah dipaksa oleh Yoru, Sora, dan Tsuki untuk GB-in para heisei hingga menjadi job 1 dahulu.
          “Wes, ada 10 char… Bahkan 13 yang harus digb! Katanya kalian pernah main RO, kenapa nggak pake char yang udah level tinggi sih!” Kata Hoshi yang kaget begitu melihat 13 char novice berjejer untuk digb oleh asin cross-nya Asa.
          “Kita belum pernah main.” Jawab Yoru dan Sora bohong.
          “Udah deh, sini, Cuma GB spore banyak-banyak aku kuatlah.” Kata Asa akhirnya, menyerah berdebat dengan yoru dan sora.
          “Eh!! Jangan pergi-pergi ke situ!!”
          “Jangan nekat nyerang 7 spore langsung padahal masih lvl rendah! Kamu masih level 2!”
          “Jangan kabur!”
          “Serang yang ini bukan yang itu!”
          “Kabur! Jangan diseraang!”
          “Lari ke map sebelah!” Teriak-teriak Asa dan hoshi stress kepada para anggota heisei (kecuali Ryutarou (kan dia suka main game)). Kestressan merekapun bertambah saat ada seorang LK yang buka banyak BDB dan keluar berbagai monster MVP di tempat Asa dan Hoshi meng-GB seluruh heisei.
          “Yang tadi keren deh monsternya.” Kata Yuto kekanak-kanakan.
          “Ah! Aku mati! Ini pencet apa?” Seru Hikaru kencang saat ia ditebas Ifrit.
          “Aku nyasar, yang lain pada kemana?” Tanya Yuya yang sudah berada di lutie karena masuk ke warp orang saat balik ke payon waktu mati kena MVP tadi.
          “Nee, aku sudah job 10, cara ngubah jobnya gimana?” Tanya Chii yang melihat ke komputer Daiki yang sudah berubah jadi Swordman dengan iri.
          “Sekarang kalau udah jadi job 1 ngapain?” Tanya Daiki yang kebingungan.
          “Ih, apaan tuh bulet-bulet warna ijo!?” Seru Kei waktu melihat poporing.
          “Big foot? Kaki besar?” Gumam Keito yang bisa bahasa inggris sendiri.
          “Kok ngelawan kuma ini nggak mati-mati sih?” Gerutu Kouta sambil melawan BF dengan TB asa.
          “Kok rambut char-nya Ryuta lebih keren ya?” Tanya Ryosuke nggak nyambung sendiri.
          Dan teruslah para heisei kecuali ryutarou yang paling kalem sendiri waktu main, berkomentar panjang lebar dan nggak jelas yang membua asa dan Hoshi makin stress. “Kenapa hari ini harus main game online!?” Ucap asa dan hoshi dalam hati karena semua hal ini.
          “Morimoto-kun, ayo kita jadi acolyte bareng-bareng!” Ajak Tsuki mulai akrab (atau Cuma perasaan dianya saja?).
          “Eh, aku nggak mau jadi aco.” Jawab Ryutarou yang membuat Tsuki terpuruk.
          “Lagian, sebentar lagi kita pulangkan? Nggak kerasa waktu berjalan dengan cepat.” Beritahu Kouta yang menyadarkan semua orang yang sudah larut dalam game itu (kalau asa dan hoshi larut dalam kesetress-an).
          “Ha!? 5 menit lagi!” Seru Tsuki hampir berteriak saat melihat jam dinding dan mengingat ia belu menanyakan banyak hal ke Ryutarou.
          “Iya ya, sebentar lagi kalian harus pulang.” Gumam Sora sambil mengeluarkan satu-satu setiap komputer dari game Ragnarok.
          “Morimoto-kun… Um… boleh tidak aku min-“ Sebelum Tsuki yang sudah menguatkan dirinya untuk menanyakan nomor HP dll ke Ryutarou, ryutarounya sendiri sudah berteriak kencang.
          “Ah! Sehabis ini aku harus menjemput Shintarou!” (Shintarou = Adiknya Ryuta) katanya yang membuat anggota heisei jadi lebih cepat pulangnya.
          “Arai sensei, kita pulang 5 menit lebih cepat tidak apa-apa ya?” Izin Yuya dahulu sebelum mereka semua keluar dari ruang komputer dan pergi ke tempat yang mereka tuju masing-masing.
          “Ryu… ryuta…” Bisik Tsuki yang terpuruk di ujung ruangan gara-gara mereka sudah pulang duluan.
          “Sudahlah Tsuki, masih ada hari jum’at kok untuk bertemu dengan Hey! Say! JUMP lagi! Yah, walaupun hari jum’atnya berbeda dari week-week sebelumnya karena digabung dengan grup lain untuk perpisahan…” Beritahu Sora sambil berpikir kalau hari jum’at nantinya berbeda dari jum’at jum’at week sebelumnya.
          “Sekarang kita pulang yuk!” Ajak Sora bersama Yoru yang kemudian pamit pergi ke Arai Sensei dan pulang ke rumah.

          Next Page »